Motor Ninja Dibawa Kabur

223

DEMAK – Apes dialami Wahyudi, 30, warga Dukuh Truko, Desa Karangrejo RT 3 RW 3, Kecamatan Dempet. Ia menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku bernam Rais.Mmotor Kawasaki Ninja nopol K 3610 GJ miliknya dibawa kabur pelaku. Modusnya pelaku pura-pura hendak membeli motor dengan membawa mobil dan supir rental.

Penipuan ini bermula ketika korban hendak menjual motor dan memasang iklan di olx. Dalam perkembangannya, ia dihubungi lelaki yang mengaku bernama Rais. Keduanya sepakat bertemu dan terjadilah transaksi kesepakatan dengan harga Rp 53.500.000. Sebagai tanda jadi, Rais memberikan uang DP sebesar Rp 1,3 juta kepada korban. Rais berjanji akan datang lagi menemui korban dikemudian hari.

Rais lantas kembali ke rumah korban dengan membawa tas hitam bertuliskan Fanstyle serta naik mobil Avanza nopol K 9499 EF yang dikemudikan Joko Kardiyanto, 48, warga Desa Kuripan RT 6 RW 13, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Rais dan sopir Avanza berbincang-bincang dengan korban di ruang tamu. Tak lama kemudian, Rais keluar sebentar izin mengecek motor Ninja korban. Sedangkan, tas miliknya tetap ditinggalkan di meja agar korban tidak curiga. Joko yang menjadi sopir asyik mengajak berbincang korban. Tak disangka, Rais yang sudah menghidupkan motor Ninja milik korban itupun langsung membawa lari. Mengetahui motor dilarikan pelaku, korban berteriak minta tolong warga. Sedangkan, pengemudi Avanza yang dikira sebagai teman pelaku sempat dipukuli warga.

Ternyata, Joko hanya sopir mobil rental Avanza dan dicarter pelaku dari RS Yakum Purwodadi. Semula, Rais meminta agar diantar ke daerah Gubug. Namun, dalam perjalanan Joko diajak mampir dulu ke rumah korban (Wahyudi) tersebut. Jadi, mobil tersebut dicarter Rp 300 ribu. Tapi hingga kejadian itu berlangsung Joko belum menerima bayaran dari Rais.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengingatkan warga agar berhati-hati dengan tipu muslihat para pelaku criminal. “Kita imbau siapapun untuk berhati-hati agar tidak terjadi penipuan dan penggelapan seperti itu,”katanya. Kasus tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.(hib/fth)