SEPI: Rumah korban Sekar Mahrani (berwarna pink) tampak sepi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Rumah korban Sekar Mahrani (berwarna pink) tampak sepi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Rumah korban Sekar Mahrani (berwarna pink) tampak sepi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BOJA – Pihak keluarga meyakini kalau siswi kelas dua SMPN 2 Singorojo Kendal, berinisial Sekar Maharani, 13, masih hidup. Rini, ibunda SM meski tak kuasa membendung air mata, tetap berusaha tabah mendengar kabar yang sempat menyebut SM diduga menjadi korban pembunuhan.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Bebengan, Kecamatan Boja, Kendal itu tetap kukuh dan berharap bahwa kabar yang sebagaimana diberitakan di media massa itu tidak benar. Meski begitu, Rini menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas hingga terang benderang.

Namun demikian, hingga kini pihak keluarga belum mengetahui di mana dan bagaimana kondisi putri pertama dari dua bersaudara tersebut. ”Saya tidak tahu kondisinya seperti apa. Kalau mau mencari informasi tanya ke polisi saja,” ujar Rini saat berusaha dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (8/9) kemarin.

Rini juga menyayangkan, kenapa ada pemberitaan yang masih bersifat dugaan dan kebenarannya belum bisa dipastikan. ”Sampai saat ini, kami masih yakin dan ada sedikit harapan bahwa anak saya masih selamat. Saya yakin, SM masih selamat. Saya enggak yakin itu, dibunuh dan dikubur di lokasi Waduk Jatibarang,” ungkap Rini sambil terisak.