BKM (2)-web

MANYARAN – Sri Rahayu dan Norma Eka Setyaningrum, dua terdakwa perkara dugaan korupsi dana BKM Tlogomakmur, Tlogosari, Pedurungan, Semarang, tahun 2012-2013 mengaku keberatan dengan tuduhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang, terkait jumlah kerugian negara yang dituduhkan kepada keduanya. Hal itu disampaikan penasihat hukumnya, Nugroho Budiantoro dalam sidang beragendakan duplik di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/9).

Nugroho mengatakan, sebelumnya JPU menyatakan kerugian negara muncul pada tahun 2012 atas pengambilan kas dari angsuran pinjaman KSM, pengambilan kas dari pengembalian bunga KSM atau Intensif Pengembalian Tepat Waktu (IPTW), pengambilan kas BKM dari penarikan tabungan anggota sebesar Rp 141.462.900.

Sementara, lanjut Nugroho, berdarsakan fakta hukum di persidangan yang dilakukan kliennya, Sri Rahayu dan Norma Eka, kerugian itu harus ditanggung berdua dengan kewajiban masing-masing Rp 70.731.450.