Saham Tol Dijual Rp 780 M

Dewan Anggap Tak Masuk Akal

214
KEPUTUSAN MENGHERANKAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Ketua Komisi C Asfirla Harisanto saat meminta klarifikasi jajaran Direksi PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) terkait penjualan saham jalan tol, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)
KEPUTUSAN MENGHERANKAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Ketua Komisi C Asfirla Harisanto saat meminta klarifikasi jajaran Direksi PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) terkait penjualan saham jalan tol, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)
KEPUTUSAN MENGHERANKAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Ketua Komisi C Asfirla Harisanto saat meminta klarifikasi jajaran Direksi PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) terkait penjualan saham jalan tol, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Di tengah molornya pembangunan jalan tol Bawen – Solo, keputusan mengejutkan diambil PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT). Perusahaan pelat merah milik pemprov itu menjual saham miliknya sebesar 25 persen dari saham sebesar 26,1 persen dengan harga sebesar Rp 780 miliar. Karuan saja langkah ini mendapat kritik dari DPRD Jateng. Terlebih saat penjualan aset tol itu, DPRD sama sekali tidak dilibatkan dan sudah ada bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 1,8 triliun.

Direktur PT SPJT, Krisdiani Syamsi mengaku penjualan saham dilakukan sebagai upaya untuk penyelamatan saham dari kerugian. Sebab, jika tidak segera dijual saham bakal terus terdelusi dan saham bisa menurun sampai 5 persen. ”Ini keputusan sudah berdasarkan pertimbangan dan prosedur yang ada. Kalau tidak justru bakal merugi karena saham kami awalnya 40 persen, terdelusi jadi 30 persen dan akhirnya tinggal 26,1 persen,” katanya ketika menjawab pertanyaan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, kemarin.