Anggaran Pembangunan Rawan Diselewengkan

Rp 35 M untuk Lapak Penampungan Pedagang Johar

207
TUNGGU KEPASTIAN: Para pedagang Pasar Johar yang menempati lapak sementara di Jalan Agus Salim menunggu kepastian pembangunan tempat relokasi sementara di lahan Bondo MAJT. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNGGU KEPASTIAN: Para pedagang Pasar Johar yang menempati lapak sementara di Jalan Agus Salim menunggu kepastian pembangunan tempat relokasi sementara di lahan Bondo MAJT. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNGGU KEPASTIAN: Para pedagang Pasar Johar yang menempati lapak sementara di Jalan Agus Salim menunggu kepastian pembangunan tempat relokasi sementara di lahan Bondo MAJT. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

PETERONGAN – Rencana pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Bondo Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang mencapai Rp 35 miliar, rawan diselewengkan. Oleh karena itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pattiro Semarang akan membentuk tim monitoring untuk mengawal pembangunan lapak penampungan Pasar Johar yang menelan anggaran mencapai Rp 35 miliar tersebut.

Aktivis Pattiro Semarang, Jhon Ari menjelaskan, tim monitoring sebagai salah satu bentuk penyikapan atas permasalahan pembangunan pasar sebelumnya, seperti pembangunan Pasar Jrakah, Bulu dan Rejomulyo. Ketiga pembangunan pasar tersebut dinilai bermasalah berdasarkan LHP BPK atas pelaksanaan APBD 2013. Bahkan ketiga pasar tersebut berpotensi mangkrak atau tidak berfungsi kembali sebagaimana peruntukannya.