BANDUNGAN – Maraknya pedagang kaki lima (PKL) di trotoar sepanjang jalan di Bandungan dinilai memperburuk citra Bandungan sebagai kota wisata. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Semarang diminta tegas untuk menertibkan dan menindak para pedagang kaki lima (PKL) di trotoar tsesebut.

Sebab, hampir sepanjang trotoar di kota wisata Bandungan penuh pedagang. Akibatnya warga maupun wisatawan tidak bisa menggunakan trotoar dan berjalan di jalur kendaraan. Imbasnya kemacetan semakin parah dan memicu penurunan kunjungan wisata ke lokasi tersebut.

Salah seorang wisatawan, Hartono, 50, warga Banyumanik, Kota Semarang menilai Bandungan surge wisata. Tapi karena tidak ada pena