Dia menyebutkan, gambar dinding ini menceritakan tentang Rama dan Shinta yang sedang menikmati taman, namun hendak diculik Rahwana berwujud Kijang Kencana. ”Ini menceritakan penculikan Shinta. Kijang Kencana adalah wujud dari Rahwana, sengaja berubah wujud agar Shinta tertarik dengan Kijang Kencana. Setelah Shinta tertangkap, baru dibebaskan Rama,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada 5 warna cat yang digunakan ditambah penggunaan custom-nya memakai pigmen yang digunakan di luar warna dasar lain. Untuk proses dasar Kusri mengatakan diawali dengan warna putih, baru buat outline dan pewarnaan menyeluruh.

”Waktunya dari persiapan sampai selesai 2 hari. Kalau sudah selesai nanti ditumpuk warna clear agar warna tidak pudar. Ini lukisan perdana di Taman Sobokartti, harapannya nanti tembok-tembok di sekitar taman juga akan dilukis agar bisa lebih semarak,” ungkapnya.

Tjahjono Rahardjo menambahkan, dalam lukis dinding kali ini, 3 instruktur lukis yang dihadirkan pihaknya adalah Aryo Sunaryo, dosen seni rupa Universitas Semarang (Unnes), Didik dan Agus dari Seniman Sobokartti.

”Taman Sobokartti sudah menjadi rujukan tempat kesenian, banyak juga dari luar menggunakan taman ini, jadi kita akan berbenah terus mulai sarana dan prasarana di semua sektor. Termasuk memperindah dengan lukisan dinding ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Aryo Sunaryo mengatakan, agar lukisan dinding yang sedang dikerjakannya, bisa menghasilkan gambar maksimal dan memiliki keindahan. Dirinya akan memberikan sentuhan kontur di akhir. (jks/ric/ce1)