MAKIN SEMARAK : Seorang pelukis menorehkan cat di dinding gedung Sobokartti, kemarin. Lukisan dinding tersebut dibuat untuk memperindah dan menyemarakkan Taman Sobokartti. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
MAKIN SEMARAK : Seorang pelukis menorehkan cat di dinding gedung Sobokartti, kemarin. Lukisan dinding tersebut dibuat untuk memperindah dan menyemarakkan Taman Sobokartti. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
MAKIN SEMARAK : Seorang pelukis menorehkan cat di dinding gedung Sobokartti, kemarin. Lukisan dinding tersebut dibuat untuk memperindah dan menyemarakkan Taman Sobokartti. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Perlahan-lahan, 15 pelukis meneteskan catnya pada sketsa gambar di dinding kamar mandi berukuran 5×4 meter. Dengan dipandu 3 instruktur pelukis gambar bertemakan wayang dengan tema Penculikan Shinta ketika bersama Rama di sebuah taman yang dilakukan Rahwana berwujud Kijang, sedikit demi sedikit mulai tampak hidup dan memiliki arti seni. Warna hijau mengawali tetesan cat dari kuas ke dinding tersebut, sedikit demi sedikit sketsa gambar tersebut mulai penuh dengan cat sesuai gambar sketsa aslinya.

Lukisan dinding tersebut dibuat dalam rangka memperindah dan menyemarakkan Taman Sobokartti. Selain itu, bertujuan agar masyarakat luas berdatangan mengunjungi taman di Kota Semarang yang sudah masuk dalam kategori cagar budaya ini.

”Bukan hanya itu, dengan adanya lukisan di dinding ini, bisa memperindah acara rutin pentas malam Setu Pahing Sobokartti. Yakni acara wayangan, teater, perform tari dan stand up comedy. Apalagi Oktober 2015, Sobokartti masuk dalam hari ulang tahunnya yang ke-84, jadi kita perindah tamannya,” kata Ketua Panitia Lukis Dinding, Kusri Handoyo didampingi Ketua Pengelola Sobokartti, Tjahjono Rahardjo.

Kusri mengatakan, pihaknya segaja mengambil tema wayang orang karena lebih mudah, menurutnya kalau wayang kulit sulit sekali pembuatanya. ”Jadi nanti pelukis pemula bisa sekalian belajar dan semua orang yang datang bisa terlibat pengecatannya. Selain itu, kita sengaja ambil gambar ini karena sebelumnya sudah ada, kita hanya memperindah,” sebutnya.