MENARIK: Seorang mahasiswa menggunakan kostum unik saat mengikuti pawai, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
MENARIK: Seorang mahasiswa menggunakan kostum unik saat mengikuti pawai, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
MENARIK: Seorang mahasiswa menggunakan kostum unik saat mengikuti pawai, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Ribuan masyarakat Kota Salatiga, kemarin, tumpah ruah di sepanjang jalan yang menjadi rute Pawai Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 2015. Masyarakat menyambut barisan mahasiswa baru UKSW sepanjang 1,8 km dengan rute yang ditempuh sepanjang 2,9 km.

Sekitar 2000 mahasiswa UKSW turun ke jalan dan terbagi dalam tiga barisan utama yaitu 400 mahasiswa di barisan CS Marching Blek, 1200 di barisan Color Guard Flag dan ratusan lainnya ada di barisan Costum Carnival.

Menggunakan kostum serba hitam ditambah ornamen pemanis berbahan dasar barang bekas seperti ban, busa, bulu kemoceng serta manik-manik, CS Marching Blek mengusung konsep baru dalam penampilannya. Yakni dengan memainkan lagu-lagu yang tak sama dengan tahun sebelumnya seperti Lagu Cublak-cublak Suweng dan Gundul-gundul Pacul yang merupakan lagu dolanan dari Jawa Tengah. Tak ketinggalan, Mars Satya Wacana dan Mars Marchingblek digemakan untuk mengiringi barisan Color Guard Flag dan Costum Carnival.

Harmoni suara nan apik diciptakan CS Marching Blek yang dalam penampilannya kali ini turut digawangi senior dan alumni. Menggunakan alat musik yang tidak jauh berbeda dengan grup drum blek lainnya seperti alat musik kentongan, drum bekas berbahan seng dan plastik, glockenspiel, CS Marching Blek tetap menghentak dan menghibur penonton yang hadir.

Sementara 1200 mahasiswa baru yang berada di barisan bendera warna-warni tak hentinya mengikuti instruksi head leader. Warna-warni yang terdiri dari warna hijau, merah, kuning, ungu, merah muda, orange merupakan gambaran keberagaman UKSW yang dikenal sebagai kampus Indonesia mini. Juga ada 50 mahasiswa baru berkostum unik ala carnival menjadi rebutan penonton untuk diajak foto bersama. Seluruh kostum yang digunakan merupakan hasil kreatifitas mahasiswa baru UKSW. Sebagian besar kostum yang didominasi warna merah, coklat, biru dan hijau mewakili empat unsur bumi yang terdiri dari tanah, air, udara dan api.

Rektor UKSW Prof John A. Titaley mengatakan pawai mahasiswa baru sudah dimulai sejak tahun 60-an. Ini merupakan cara UKSW mengenalkan mahasiswa barunya yang akan tinggal di Salatiga empat sampai lima tahun ke depan. “Pawai dan pengabdian masyarakat menjadi cara kita untuk mengenalkan mahasiswa baru kita kepada masyarakat Salatiga. Melalui pawai ini, mahasiswa baru seperti kulo nuwun kepada masyarakat dan memohon dukungan dari masyarakat selama mereka belajar di UKSW,” kata Rektor UKSW.

Apresiasi serta dukungan turut diberikan Walikota Salatiga yang menyampaikan selamat datang dan selamat belajar kepada seluruh mahasiswa baru UKSW. Pawai yang dibuka Walikota Salatiga, Yuliantobersama Rektor UKSWProf John A. Titaley ini ditandai dengan penyerahan tongkat dan bendera kepada mayoret CS Marching Blek serta Head Leader color guard flag. (sas/fth)