Pedagang Desak Pembangunan Segera Dilakukan

Pedagang Pasar Peterongan Mulai Resah

129

”Kami sudah berkirim surat ke direktorat cagar budaya di kementerian untuk dilakukan pencermatan terkait SK penetapan cagar budaya.”
Tavip Supriyanto, Pj Wali Kota Semarang

PETERONGAN – Sejumlah pedagang Pasar Peterongan yang menempati lapak penampungan sementara di lantai II Pasar Inpres, mulai mengeluh sepi pembeli. Bahkan jika dalam waktu jangka panjang, pedagang mengklaim bisa kehabisan modal karena pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran. Pedagang pun mengaku sudah tidak betah menempati penampungan sementara.

”Bila pedagang terlalu lama menempati lapak penampungan, lambat laun akan gulung tikar. Lihat saja pedagang yang berjualan di lapak penampungan sepi pembeli. Sekarang saja modal juga sudah menipis. Kalau begini caranya, pedagang resah dengan kondisi seperti ini dan sudah mulai tidak betah di penampungan,” ungkap Sekretaris PPJP Kota Semarang, Surachman kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu, (6/9) kemarin.

Menurut Surachman, perencanaan pembangunan Pasar Peterongan yang dilakukan Dinas Pasar kurang matang. ”Pedagang sudah rela pindah sebelum Lebaran, di tempat penampungan. Tetapi hingga sekarang pasar kosong, pembongkaran berhenti lantaran terkendala masalah cagar budaya. Kalau pembongkarannya terkendala masalah cagar budaya, kenapa sebelumnya masalah tersebut tidak diselesaikan terlebih dahulu,” keluhnya.

Selain itu, Surachman mengungkapkan pedagang rela pindah secepatnya ke penampungan sementara, memiliki harapan pembangunan pasar segera dilakukan. Dengan begitu penyelesaian juga bisa dilakukan secepatnya. Namun hingga kini belum ada pengerjaan fisik. Hal itu yang membuat pedagang kecewa. ”Namanya tempat penampungan ya hanya sementara, bukan tidak terbatas sampai kapan, instansi terkait malah tidak tahu. Kasihan pedagang, bila para pedagang di tempat penampungan sementara dengan waktu yang tidak jelas,” tegasnya.