TERKENDALA : Banyaknya jembatan dan bangunan liar,membuat aktivitas normalisasi Kali Kendal terkendala. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERKENDALA : Banyaknya jembatan dan bangunan liar,membuat aktivitas normalisasi Kali Kendal terkendala. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERKENDALA : Banyaknya jembatan dan bangunan liar,membuat aktivitas normalisasi Kali Kendal terkendala. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Keinginan Pemkab Kendal untuk segera menormalisasi Kali Kendal sepertinya bakal berjalan lama. Sebab, saat ini banyak bangunan liar dan jembatan yang ada dibibir sungai. Padahal pengerukan sudah dimulai 21 Agustus lalu dan ditargetkan selesai Oktober mendatang.

Normalisasi di lakukan, karena sungai sepanjang 6,5 Km dari Bendungan Trompo hingga Bandengan ini kerap meluap saat musim hujan. Kondisi ini membuat ribuan rumah di sekitar sungai menjadi langganan banjir. Pengerukan sungai dari Masjid Agung Kendal sampai Bandengan dikerjakan dari Provinsi Jateng, sedangkan dari Masjid Kendal sampai Trompo dikerjakan Pemkab Kendal.

Pengawas proyek dari Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng, Adi Darmawandia mengatakan, pekerjaan yang ditargetkan selesai Oktober terkendala banyaknya bangunan di sekitar tanggul sungai. Selain itu juga banyak jembatan yang membuat proses berjalan tersendat. “Jembatan di Kelurahan Ngilir dan banyaknya bangunan menghalangi aktivitas alat berat, hingga membuat kami kesulitan menuntaskan proyek,” katanya, kemarin.