LEBIH BANYAK : Jumlah warga Kota Pekalongan dan sekitarnya yang rela mengantre beras jauh lebih banyak di banding tahun lalu. Mereka mengantre sejak pagi di Klenteng Pho A Tian Kota Pekalongan, Minggu (6/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH BANYAK : Jumlah warga Kota Pekalongan dan sekitarnya yang rela mengantre beras jauh lebih banyak di banding tahun lalu. Mereka mengantre sejak pagi di Klenteng Pho A Tian Kota Pekalongan, Minggu (6/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH BANYAK : Jumlah warga Kota Pekalongan dan sekitarnya yang rela mengantre beras jauh lebih banyak di banding tahun lalu. Mereka mengantre sejak pagi di Klenteng Pho A Tian Kota Pekalongan, Minggu (6/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Ribuan warga Kota Pekalongan dan sekitarnya rela antre untuk mendapatkan beras di Klenteng Pho A Tian Kota Pekalongan, Minggu (6/9) kemarin. Bahkan, lantaran krisis ekonomi, jumlah yang mengantre kali ini lebih besar di banding tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Yayasan Tri Dharma Pho A Tian Pekalongan, Heru Wibawanto Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya memang menyediakan antrean beras tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. “Kami rasa, adanya krisis ekonomi kali ini membuat warga yang antre beras, lebih banyak dari tahun kemarin,” ucapnya, di sela-sela membagi beras.

Dijelaskan Heru, kegiatan pembagian beras tersebut, dalam rangka Sembayang setiap tanggal 15 bulan 7 di penanggalan China. Ini bagian dari proses amal. “Sembayang yang kami lakukan kali ini adalah pemberian sesaji kepada para arwah yang selama ini tidak terurus oleh ahli warisnya,” jelasnya.

Menurutnya, beras yang dibagikan tersebut berasal dari sumbangan para donatur maupun umat. Sehingga terkumpul beras yang jumlahnya sekitar 6 ton. Kendati begitu, pihak panitia tetap memiliki cadangan beras, untuk mengantisipasi jika ada warga yang belum terbagi.