Hebat Kawal Program Jamkesmaskot

243
KONSEN BIDANG KESEHATAN: Calon Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), ikut mencoba pengobatan gratis di Batursari RT 01 RW 09, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari. (Istimewa)
KONSEN BIDANG KESEHATAN: Calon Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), ikut mencoba pengobatan gratis di Batursari RT 01 RW 09, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari. (Istimewa)
KONSEN BIDANG KESEHATAN: Calon Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), ikut mencoba pengobatan gratis di Batursari RT 01 RW 09, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari. (Istimewa)

SEMARANG- Calon Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan bahwa anggaran Jamkesmaskot (Jaminan Kesehatan Masyarakat Kota) Semarang pada era kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi selalu dinaikkan dari tahun ke tahun. Ini berbeda dengan era wali kota sebelumnya yang cenderung menurunkan anggaran Jamkesmaskot. Sehingga ada masyarakat kurang mampu yang mengalami gagal ginjal melakukan protes karena tidak bisa cuci darah.

“Pada era kepempinan wali kota sebelum Mas Hendi, anggaran cuci darah hanya dibatasi sepuluh kali. Akibatnya, pemerintah menuai protes dari masyarakat kurang mampu yang menderita gagal ginjal lantaran tidak bisa cuci darah. Sebab, anggarannya diturunkan atau kuotanya hanya sepuluh orang,” papar Ita, sapaan akrab Hevearita, ketika menghadiri pengobatan gratis yang diadakan oleh Lazismu (Lembaga Zakat Infaq dan Sodakah Muhammadiyah) Kota Semarang, Minggu (6/9).

Kegiatan yang berlangsung di rumah salah seorang warga Batursari RT 01 RW 09, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari itu dihadiri warga setempat yang sebagian besar ibu rumah tangga dan lansia.