UNGARAN – Menjelang hari raya Idul Adha harga hewan ternak mulai merangkak naik. Kenaikan harga ternak disebabkan permintaan hewan yang meningkat, sementara stok hewan ternak seperti Sapi dan Kambing belum ada peningkatan.

Salah seorang peternak sekaligus pedagang Sapi, Slamet Mujianto, 55, warga Desa Polosiri, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang mengatakan, permintaan hewan ternak menjelang Idul Adha mulai meningkat. Bahkan tidak hanya permintaan lokal saja, tetapi banyak juga permintaan hewan ternak yang datang dari luar daerah.

“Saat ini permintaan Sapi terus berdatangan. Bahkan saya harus menyiapkan 400 ekor sapi kurban. Sapi-sapi tersebut didapat dari Kabupaten Semarang dan juga ada dari daerah lain,” tutur Slamet Mujianto, Minggu (6/9) kemarin.

Slamet Mujianto menambahkan, biasanya jenis Sapi yang banyak dicari untuk kurban mulai jenis Simental, Limusin, dan Brahman. Rata-rata beratnya lebih dari 500 kilogram. Harga sapi per ekor bervariasi sekitar Rp 17 sampai 21 juta. Saat ini harga sapi mulai naik Rp 1-1,5 juta per ekor dari harga sapi beberapa waktu sebelumnya. “Harga jual tergantung bobot badan sapi. Kenaikan harga sapi ini dikarenakan faktor tingginya permintaan, sedangkan stok sapi terbatas,” imbuhnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada ternak Kambing. Seorang pedagang kambing di pasar hewan Ambarawa, Suhardi, 40 mengatakan, harga kambing mulai naik. Sebab banyak yang mencari kambing untuk dijual keluar daerah menjelang Idul Adha. Harga Kambing akan terus meningkat mendekati perayaan kurban. “Biasanya harga kambing berkisar Rp 1,5-2,5 juta menjelang Idul Adha bisa tebus Rp 3,5 juta bahkan bisa lebih dari itu,” ungkapnya. (tyo/fth)