Dicurigai Pencuri, Tewas Dimassa

259

DEMAK – Amuk massa terjadi kemarin pagi sekitar pukul 09.00 di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Demak. Korbannya seorang pria yang dicurigai sebagai pencuri motor. Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala, lebam di mata kanan, lengan kiri, dada kiri, serta lecet-lecet di paha kanan dan kiri. Korban sendiri akhirnya tewas setelah dua jam dirawat di RSUD Sunan Kalijaga, Demak.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ada pria tak dikenal berjalan kaki di wilayah Desa Wilalung, tepatnya di depan Apotek Griya Farma Jalan Raya Godong-Karanganyar. Saat berpapasan dengan pemuda desa setempat, pria tak dikenal itu sempat ditanyai. Namun pria itu menjawab seenaknya. Bahkan, yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan.

Akibatnya, warga mencurigai pria tersebut sebagai pencuri yang selama ini meresahkan warga Desa Wilalung. Warga pun ramai-ramai menghajar pria tersebut hingga babak belur. ”Orang tak dikenal itu semula dirawat di UGD rumah sakit. Saat akan dipindahkan ke ruang perawatan yang bersangkutan akhirnya meninggal sekitar pukul 12.15 usai dirawat selama kurang lebih dua jam,” katanya.

Pria tak dikenal itu memiliki ciri-ciri, laki-laki usia 60 tahun, tinggi badan 170 sentimeter, berat badan 70 kilogram, rambut putih, berjenggot, dan mengenakan kaus warna hitam dengan kondisi robek atau lengan baju tidak utuh.

Kapolsek Gajah AKP Arifin mengatakan, untuk meredam emosi warga, pihaknya terus melakukan bimbingan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri. ”Kita juga terus melakukan patroli siang maupun malam ke desa-desa di wilayah Gajah,” jelasnya.

Menurutnya, warga setiap malam melakukan pengamanan secara swakarsa. Pantauan koran ini kemarin malam, warga di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gajah memang dalam kondisi siaga. Kondisi aliran listrik PLN yang mati, membuat warga menyalakan perapian di pinggir dan depan rumah masing-masing. Mereka bergerombol sembari membawa pentungan dan alat lainnya.

Seperti diketahui, sebelumnya di Desa Kramat, Kecamatan Dempet warga juga sempat menghajar orang tak dikenal yang dicurigai sebagai pencuri. Warga menaruh kecurigaan kepada orang tak dikenal yang diduga gila tersebut. Karena hal itu diduga hanya sebagai modus agar bisa selamat dari kejaran warga. ”Karena itu, warga tidak percaya kalau orang yang ditangkap gila. Berdandannya memang seperti orang gila,” ujar seorang warga. (hib/aro/ce1)