Boyong Mak Nyus-nya Kuliner Kakilima ke Perhotelan

275
PECINTA KULINER: Parador Hotels and Resrot dan Bondan Winarno usai penandatangan MoU di Crowne Plaza, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PECINTA KULINER: Parador Hotels and Resrot dan Bondan Winarno usai penandatangan MoU di Crowne Plaza, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PECINTA KULINER: Parador Hotels and Resrot dan Bondan Winarno usai penandatangan MoU di Crowne Plaza, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Bondan Winarno, sosok yang kerap muncul di layar kaca sebagai pencicip hidangan kakilima, merasa prihatin dengan perkembangan kuliner nusantara. Dia merasa, menu-menu khas Indonesia yang begitu ‘mak nyus’ justru jarang dijamah pecinta kuliner lokal. Bahkan, beberapa menu khas daerah sudah hampir punah.

Dia mencontohkan jajanan khas Semarang jadah manten. Bondan berani menjamin, tidak semua orang Semarang tahu makanan itu. “Makanan ini betul-betul mak nyus, lho. Jadah manten itu seperti semar mendem. Bentuknya seperti lemper yang digulung dengan telur, dan dilumuri santan areh,” ucapnya.

Dikatakan Bondan, banyak orang masih menganggap warung pinggir jalan hal yang sepele. Padahal kalau mau blak-blakan, executive chef di hotel ternama pun, tidak bisa memasak menu nusantara seenak yang di kakilima. Hal itu dirasakan sendiri oleh Bondan.

“Padahal secara ilmu dan perlengkapan, dapur hotel berbintang pasti lebih canggih. Tapi kalau masalah memasak soto, coba saja rasakan. Ada hotel yang menyuguhkan soto yang lebih mantap dari yang di pinggir jalan? Buktinya, banyak tamu hotel yang memilih makan di luar meski mereka sudah bayar ongkos breakfast yang sudah includekan dengan kamar hotel,” papar Bondan.