SEMARANG- Khoerul Umam, Ketua Karang Taruna RW 7 Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Semarang menyangkal tuduhan dirinya telah menerima suap Rp 500 ribu dari salah satu pasangan calon (paslon) untuk mencopot alat peraga kampanye (APK) milik paslon nomor urut 2, Hendi-Ita. Dia mencopot semua umbul-umbul yang berderet di sepanjang jalan RW tersebut semata karena inisiatif anggota karang taruna.

“Memang benar saya mencopot umbul-umbul paslon nomor 2. Tapi itu memang inisiatif teman-teman remaja karang taruna yang ingin ngringkesi umbul-umbul sisa perayaan Agustusan,” ucapnya ketika melakukan klarifikasi di Sibagus Centre Jalan Veteran, kemarin (4/9).

Pihaknya meyakinkan bahwa itu tidak ada kaitannya dengan tim kampanye maupun paslon. Ia menjelaskan kronologis kejadiannya, bermula pada Selasa (1/9) pukul 15.00, Umam diajak teman-teman untuk membersihkan umbul-umbul kegiatan tujuhbelasan agar rapi. Sebagai ketua karangtaruna, dirinya mengiyakan ajakan teman-temannya, dan ikut menurunkan umbul-umbul dan semua yang ada di pinggir jalan.

“Melepasnya bareng dengan 11 remaja lain. Setelah dirapikan, diputuskan untuk disimpan di rumah saya. Termasuk umbul-umbul paslon nomor 2. Mikirnya, biar kalau ada yang mencari, bisa menemui saya. Besok paginya, (Rabu, red) Sholikin Suparman alias Paiman yang merupakan pakdhe saya, datang ke rumah. Dia memarahi saya karena mencopot umbul-umbul paslon nomor urut 2 tanpa konfirmasi sebelumnya. Memang dia adalah ketua korkel (koordinator kelurahan) pasangan Hendi-Ita,” ucapnya menceritakan kronologis.

Setelah memarahi Umam dengan kata-kata kasar, Paiman meminta umbul-umbul tersebut dan berusaha memasangnya kembali. Tapi, lanjut Umam, tidak jadi dipasang, malah pergi entah ke mana. Kamis (3/9) selepas dzuhur, Paiman datang ke rumah Umam dengan ditemani satu orang yang tidak dikenal.