DROPING AIR : Ketua Bhayangkari Polres Semarang, Nining Latif Usman mengisi jerigen dan ember-ember warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin yang mengalami krisis air bersih selama 6 bulan. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DROPING AIR : Ketua Bhayangkari Polres Semarang, Nining Latif Usman mengisi jerigen dan ember-ember warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin yang mengalami krisis air bersih selama 6 bulan. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DROPING AIR : Ketua Bhayangkari Polres Semarang, Nining Latif Usman mengisi jerigen dan ember-ember warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin yang mengalami krisis air bersih selama 6 bulan. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRINGIN-Ratusan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Kamis (3/8) siang kemarin, bisa bernafas lega. Paling tidak selama 3 hari ke depan bisa istirahat untuk mencari air dari sejumlah belik di sungai-sungai. Sebab anggota Bhayangkari Polres Semarang, menyalurkan bantuan 5 tanki air bersih di desa yang sudah 6 bulan ini mengalami krisis air bersis.

“Setiap musim kemarau kami selalu kesulitan mendapatkan air. Setiap hari harus mencari air di belik-belik sungai yang jaraknya sangat jauh. Tetapi di tahun ini kemaraunya cukup panjang, kami mengalami krisis air sudah 6 bulan lebih,” kata Sumini , 55, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin.

Menurut Sumini saat ini warga hanya berharap setiap saat ada bantuan air bersih. Sebab sudah sangat sulit mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci dan minum. Untuk air minum warga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harus membeli air minum isi ulang. Sejumlah sawah juga mengering sehingga tidak ada petani yang menaman. Para peternak juga lebih memilih menjual ternaknya saat masuk musim kemarau, karena sulit mencari rumput.