SALATIGA–Setelah ada kepastian pembangunan, PT Patra Berkah Itqoni (PBI) selaku investor pelaksana pembangunan Pasar Rejosari, langsung bergerak cepat. Kemungkinan dalam waktu satu bulan, pembangunan pasar sudah bisa dimulai. Peletakan batu pertama akan dilaksanakan awal Oktober mendatang, setelah lahan siap dibangun.

Project Officer PT PBI, Eri Inryanto menuturkan bahwa pihaknya sudah sangat siap melaksanakan pembangunan. Apalagi, pihaknya memang sudah menunggu hingga beberapa tahun sampai selesainya semua persiapan pembangunan.

“Semua regulasi sudah dipenuhi dan kami minta restu warga Salatiga agar pembangunan lancar dan cepat selesai. Ini adalah pasar tradisional dengan konsep modern pertama di Jawa Tengah,” tandas Eri, kemarin.

Di sisi lain, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) UMKM, Kota Salatiga sedang mengajukan penghapusan aset kompleks Pasar Rejosari kepada Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD). Menyusul dimulainya revitalisasi pasar.

“Kami telah mengajukan surat permohonan penghapusan aset bangunan Pasar Rejosari ke DPPKAD Kota Salatiga, Rabu (2/9) kemarin. Langkah ini sebagai tahapan menyusul lahan pasar tradisional dikosongkan. Kami berharap, proses penghapusan bisa cepat agar pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan,” kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Salatiga, Muthoin kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penghapusan aset menjadi kewenangan DPPKAD, termasuk penghitungan nilai aset dan pelaksanaan lelangnya. Penghitungan nilai aset harus dilakukan oleh tim appraisal (tim taksir, red) dan lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

Humas Perwakilan PT PBI di Salatiga, Khafidz berharap proses penghapusan aset bangunan Pasar Rejosari bisa cepat selesai. Sehingga pembangunan fisik Pasar Rejosari bisa segera dilaksanakan. Persyaratan yang ditetapkan Pemkot Salatiga, sudah dipenuhi pihaknya.

Sebagaimana diketahui, proses revitalisasi Pasar Sapi (Rejosari) Salatiga, pascakebakaran terkatung-katung sampai 4 tahun ini. Lantaran terjadinya tarik ulur proses investasi. Nilai investasi di Pasar Rejosari Salatiga oleh PT PBI kurang lebih Rp 58 miliar. (sas/ida)