Rupiah Melemah, 1096 Buruh Pabrik Diberhentikan

476
KERJA PARUH WAKTU : Para buruh pabrik PT Dutatex yang sedang pulang kerja ini mengaku khawatir di-PHK, karena pihak pabrik mulai mengurangi produksinya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERJA PARUH WAKTU : Para buruh pabrik PT Dutatex yang sedang pulang kerja ini mengaku khawatir di-PHK, karena pihak pabrik mulai mengurangi produksinya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak 1096 karyawan parbrik textile, terutama pabrik sarung di Kabupaten Pekalongan mulai awal September, terpaksa diberhentikan sepihak oleh manajemen pabrik. Lantaran penjualan kain sarung terus merosot dan tidak sebanding dengan naiknya harga bahan baku dan produksi.

Dari data yang diperoleh oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Satuan Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan, tercatat sebanyak 1096 pekerja pabrik resmi dirumahkan. Sedangkan 1800 pekerja pabrik lainnya, bekerja paruh waktu, karena pihak pabrik mengurangi jumlah produksi.

Di antara perusahaan yang mulai memberhentikan pekerjanya adalah PT Panamtex memberhentikan 439 orang, PT Sandipratama 89 orang, PT Dutatex 147 orang, Panjitex 162 orang dan Dupantex 264 orang.

Nurkholisah, 24, salah satu pekerja PT Dutatex membenarkan bahwa pihak pabrik sudah enam bulan terakhir mengurangi jumlah produksinya. Akibatnya banyak karyawan yang mulai diberhentikan. Demikian juga dengan jam kerja karyawan, yang semula diberlakukan tiga shift atau 24 jam, sekarang hanya diberlakukan dua shift.