PERDALAM HUKUM : Dr Soegianto SH MKn Praktisi Hukum asal Kudus (dua dari kiri) saat memaparkan materi didampingi para nara sumber. (BAGUS PANJI/JATENG POS)
PERDALAM HUKUM : Dr Soegianto SH MKn Praktisi Hukum asal Kudus (dua dari kiri) saat memaparkan materi didampingi para nara sumber. (BAGUS PANJI/JATENG POS)

SEMARANG-Zaman sekarang kerap terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum, tentang membuat sebuah perjanjian atau kontrak terhadap mitranya yang tak paham hukum. Karena itu, masyarakat perlu waspada dan memperhatikan bagaimana syarat sahnya membuat sebuah perjanjian yang sesuai dalam Pasal 1320 KUHP Perdata.

“Jadi perlu berhati-hati. Sahnya perjanjian atau kontrak harus memenuhi empat unsur, yaitu ada kesepakatan yang mengikat, kecakapan dalam membuat perikatan, ada objek kontrak yang jelas dan ada sebab objek yang halal,” tegas Dr Ngadino MH, Dosen Magister Kenotariatan (MKn) FH Unissula saat memberikan “Workshop Penyusunan Akta Notaris Jaminan Fidusia bagi Mahasiswa Kenotariatan” di gedung MKn FH Unissula yang dihadiri mahasiswa dan para praktisi hokum, kemarin.

Dikatakan dia, pengertian perjanjian secara umum adalah sebuah perhubungan hukum antara dua orang atau pihak berdasarkan pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak lain. Sementara pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.