TUNTUT JADI PNS: Puluhan dosen dan karyawan Polimarin saat menyatakan sikap akan mogok kerja di Kampus Polimarin, Selasa kemarin. (JPNN)
TUNTUT JADI PNS: Puluhan dosen dan karyawan Polimarin saat menyatakan sikap akan mogok kerja di Kampus Polimarin, Selasa kemarin. (JPNN)

SEMARANG – Suasana Kampus Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) di Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang saat ini sedang tidak kondusif. Para dosen dan karyawan setempat sepertinya sudah tidak ada gairah lagi untuk bekerja dan mengajar para tarunanya.

Sudah hampir tiga tahun sejak berdirinya Polimarin, para dosen dan karyawan yang berjumlah sekitar 36 orang ini mulai resah. Pasalnya, meski kampus negeri, namun sebagian besar karyawannya ternyata masih berstatus honorer. Rupanya mereka menjadi resah lantaran tidak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

”Alasan inilah yang membuat kami para dosen dan karyawan Polimarin merencanakan aksi mogok kerja bila hingga 17 September belum ada kejelasan dari pemerintah kapan kami diangkat menjadi PNS. Rencananya, pada 17 September kita juga akan unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta bersama 5.000 dosen se-Indonesia,” tegas Ngatmin ATT II, Koordinator Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILB-PTNB) di Kampus Polimarin, Selasa (1/9).

Ngatmin mengatakan, rencana mogok kerja itu tidak hanya dilakukan para karyawan dan dosen di Kampus Polimarin, tetapi juga dosen dan karyawan 36 PTNB di Indonesia. Mereka pada minggu-minggu ini juga melakukan pernyataan sikap yang sama. ”Di antaranya, Universitas Bangka Belitung, Universitas Musamas Merauke, Politeknik Negeri Batam dan masih banyak lagi,” bebernya.