Jateng Tampil Full Team

192

SEMARANG – Para pegulat yang akan berlaga di Kejuaraan Internasional Gulat Indonesia Terbuka akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan timbang berat badan di Auditorium Unnes, Rabu (2/9) ini. Pemeriksaan ini, untuk mengetahui kondisi terakhir atlet sebelum berlaga di kejuaraan tersebut. Sehingga segala sesuatu bisa diantisipasi dengan baik.

”Ini merupakan standar aturan dari UWW Asia dan PB PersatuanGulat Seluruh Indonesia (PGSI) adanya cek kesehatan dan timbang badan. Pemeriksaan kesehatan ini untuk mengetahui apakah pegulat dalam kondisi yang baik. Intinya, dua hal ini sebagai prosedur untuk menunjang kelancaran Indonesia Terbuka,” tutur Ketua panitia kejuaraan Bambang Raharjo Munajat.

Selain pemeriksaan kesehatan dan timbang badan, juga dilakukan screening untuk atlet. Hal ini untuk mengantipasi pencurian umur di kelompok remaja. Namun Bambang yakin semua tim akan berlaku fair di pertandingan nanti. Di sisi lain, screening ini juga sebagai prosedur standar.

Nantinya tiap hari pegulat yang akan bertanding akan menjalani dua hal tersebut (tes kesehatan dan timbang badan-red). Pada Indonesia Tebuka nanti akan dipertandingkan kelompok senior dan remaja dengan dua nomor gaya yakni bebas dan grecko roman. Secara keseluruhan digelar 36 kelas.

Ketua Umum PGSI Jateng Andreas Budi Wirohardjo menambahkan, Jateng akan menurunkan 21 pegulat terbaiknya yang tergabung dalam pelatda Pra-PON XIX. Menurutnya, turnamen yang kali pertama digelar tersebut dijadikan bahan evaluasi bagi atlet Jateng. Selain itu menambah pengalaman bagi atlet remaja. ”Kami akan memaksimalkan kejuaraan ini untuk persiapan babak kualifikasi di Jambi, November mendatang. Pegulat sudah melakukan persiapan intensif di pelatda,” tandas Andreas kemarin. (bas/smu)