Harga Cabai Rawit Picu Inflasi

162

SEMARANG – Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,29 persen pada bulan Agustus lalu. Salah satunya dipicu oleh meningkatnya harga cabai rawit.

“Sudah beberapa minggu terakhir ini harga cabai rawit terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut berdampak pada inflasi bulan Agustus sebesar 0,29 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, kemarin (1/9).

Tak hanya cabai rawit, beberapa komoditas lain juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya inflasi bulan Agustus. Di antaranya telur ayam ras, beras, dan daging ayam ras. Menurut Jam Jam, komoditas-komoditas tersebut memicu inflasi, karena semenjak harganya naik jelang Lebaran lalu, hingga saat ini masih belum turun. Terlebih untuk daging ayam ras, harganya terus mengalami kenaikan.

Selain sektor makanan, sektor lain yang memberikan kontribusi terhadap inflasi yaitu perguruan tinggi. Meski di satu sisi biaya pendidikan sedikit memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi, namun di sisi lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi. “Ada sebagian masyarakat yang sudah mengeluarkan biaya untuk pendidikan pada bulan Agustus lalu, meski demikian ada sebagian yang masih menunggu di bulan-bulan depan,” jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, inflasi Jawa Tengah di bulan Agustus tersebut jauh di bawah angka inflasi nasional yang mencapai 0,39 persen. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan dampak dari berkurangnya permintaan masyarakat untuk sektor jasa transportasi dan penurunan harga bawang merah. “Bawang merah, angkutan udara, angkutan antar kota, tarif kereta api, dan angkutan dalam kota termasuk komoditas yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi sehingga angka inflasi bisa ditekan,” tandasnya. (dna/smu)