MANGKRAK: Sebuah Halte BRT mulai rusak, karena tidak kunjung digunakan. (Pristiyono hartanto/jawa pos radar semarang)
MANGKRAK: Sebuah Halte BRT mulai rusak, karena tidak kunjung digunakan. (Pristiyono hartanto/jawa pos radar semarang)

UNGARAN – Sejumlah halte Bus Rapid Transit (BRT) di sepanjang Ungaran hingga Bawen saat ini belum digunakan alias mangkrak. Padahal, keberadaanya sudah lebih dari dua tahun, tapi nyatanya moda transportasi BRT tidak kunjung dilaksanakan.

Ketua Aliansi Masyarakat Kabupaten Semarang (AMKS), Eko Suyono mengatakan, saat ini yang harus disikapi dan dikritisi adalah masalah BRT. Sebab hingga saat ini BRT belum berjalan, padahal sejumlah halte BRT sudah dibuat sepanjang Ungaran hingga Bawen. Akhirnya sejumlah halte BRT tersebut mangkrak, bahkan ada beberapa yang rusak. “Ini kan merupakan kebijakan Bupati Semarang yang dananya dari Pemerintah Provinsi Jateng. Namun hingga saat ini BRT tidak segera dilaksanakan. Padahal halte BRT jadi, akhirnya mangkrak,” kata Eko, kemarin.

Eko mempertanyakan kenapa BRT tidak segera dilaksanakan. Padahal halte BRT sudah dibuat di jalur utama menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jateng. Dengan tidak segera dilaksanakannya BRT tersebut negara rugi, sebab halte-halte bakal rusak meski belum sempat dimanfaatkan. “Halte sudah dibuat, belum dilaksanakan. Malah Bupati akan merubah kebijakan BRT dilewatkan di jalan tol. Terus bagaimana dengan haltenya,” tandasnya.

Sekretaris AMKS, Benny Subagyo menambahkan, rencana Bupati Semarang melewatkan BRT di jalan tol justru akan merepotkan masyarakat. Sebab tidak mungkin masyarakat naik dan turun dari BRT di jalan tol. Apalagi BRT nantinya akan banyak dimanfaatkan oleh kaum buruh yang kebanyakan pabriknya berada di jalur utama.

“Lebih bagus jika lewat jalur utama, tetap bekerjasama dengan Organda. Sebab halte sudah dibuat, kalau tidak segera dilaksanakan halte itu akan rusak. Tetapi justru muncul lagi kebijakan baru pengalihan BRT di jalan tol. Nantinya halte yang sudah 2,5 tahun dibuat, bakal tidak difungsikan. Apalagi saat ini sudah ada yang rusak,” ungkap Benny. (tyo/fth)