PEDULI : Bupati Pekalongan Amat Antono saat mengunjungi pasien di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI : Bupati Pekalongan Amat Antono saat mengunjungi pasien di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

MASYARAKAT Kabupaten Pekalongan dulu malu ketika berobat di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) atau rumah sakit milik daerah, dan lebih bangga jika bisa berobat ke rumah sakit swasta. Itu karena kondisi RSUD yang kotor, kumuh kurang bersih serta pelayanan yang buruk. Namun, kini dua Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan, yakni RSUD Kraton dan RSUD Kajen, menjadi rumah sakit kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Bahkan untuk RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, kini menjadi satu-satunya rumah sakit milik Pemda yang menjadi rumah sakit rujukan tingkat Karesidenan Pekalongan. Bahkan menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan dan studi banding bagi rumah sakit yang akan berbadan hukum menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kini, pada era Pemerintahan Bupati Antono, sarana pelayanan kesehatan masyarakat dibangun. Janji untuk mewujudkan kesehatan dengan pelayanan prima secara mandiri pun terbukti. Dengan adanya 2 rumah sakit besar milik Pemda, 19 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 8 Puskesmas Perawatan, 171 Poliklinik Kesehatan Desa, 27 buah Puskesmas Keliling, 1.387 Pos Pelayanan Terpadu yang tersebar di 285 desa, 1 Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah, dan 1 UPT Instalasi Farmasi Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Dokter Sutanto, menjelaskan bahwa dengan adanya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta ditunjang dengan tenaga medis yang profesional, maka pelayan prima kesehatan secara mandiri di Kabupaten Pekalongan mudah dilaksanakan.