SILATURAHMI: Ketua DPP PPP Romahurmuziy memberikan kenang-kenangan kepada Pemred Radar Semarang Arif Riyanto saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Veteran 55 Semarang, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
SILATURAHMI: Ketua DPP PPP Romahurmuziy memberikan kenang-kenangan kepada Pemred Radar Semarang Arif Riyanto saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Veteran 55 Semarang, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy meminta masyarakat tidak panik menyikapi kondisi melemahnya nilai tukar rupiah. Ia juga meminta kondisi saat ini tidak dikait-kaitkan dengan krisis moneter yang terjadi tahun 1998. Sebab, kondisinya berbeda dan melemahnya kurs rupiah saat ini masih dalam tahap wajar.

”Saya harap tidak ada panik dengan kondisi seperti ini. Ini masih batas wajar dan tidak perlu dirisaukan,” kata Romahurmuziy saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Veteran No 55 Semarang, kemarin.

Gus Romi-begitu panggilannya-meminta agar tidak ada yang mendramatisir kondisi saat ini. Ia menjelaskan banyak faktor yang membedakan kondisi saat ini dengan 98. Di antaranya karena setiap kurs 1 mata uang akan sejalan dengan pelemahan atau kekuatan seiring dengan adanya inflasi. Selain itu, jumlah cadangan devisa mencapai Rp 107 miliar serta jumlah perbankan tidak sebanyak seperti tahun 1998.

Dalam kondisi seperti inilah, peran media sangat penting agar bisa memberikan penjelasan dan sikap optimistis bagi masyarakat. ”Saya kira media (Jawa Pos Radar Semarang, Red) harus ikut berperan, agar persoalan ini tidak menjadi momok bagi masyarakat. Munculkan sikap optimistis dan jangan memunculkan sikap spekulasi dalam masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Romi mengapresiasi keberadaan Jawa Pos Radar Semarang yang berada di sejumlah daerah. Sebagai pilar demokrasi, media harus ikut berperan dan memberikan kontribusi kemajuan bangsa dan negara. ”Semoga kunjungan ini bisa mempererat tali silaturrahmi dengan PPP. Mari sama-sama membangun bangsa dan negara,” tambahnya.

Sejumlah pengurus DPP dan DPW Jateng ikut dalam kunjungan tersebut. Seperti Wakil Ketua DPP, Mahmud Yunus; Wasekjen, Ahmad Baidowi; Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie; Wakil Ketua DPW, Abdul Aziz; Wakil Ketua DPW, Yusuf Cahyono; Sekretaris DPW, Imran dan Bendahara DPW, Muhammad Ngainirricardl serta Ketua DPD PPP Kota Semarang, Tafrikhan.

Pemred Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto meminta agar DPP PPP berperan aktif untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, sebagai partai koalisi jelas PPP lebih sering bersinggungan dengan pemerintahan Presiden Jokowi-JK. ”Pelemahan nilai kurs ini sudah mulai terlihat dampaknya. Di Jateng ada ribuan karyawan terkena PHK,” katanya.

Arif menyambut baik kehadiran Gus Romi dan rombongan ke Jawa Pos Radar Semarang. Ia berharap, silaturahmi bisa terus terjaga demi membangun kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. ”Kami akan berusaha untuk selalu menyebarkan virus optimisme bagi masyarakat Jateng. Agar terus maju dan bisa membangun bersama,” tambahnya. (fth/ric/ce1)