SENAM BERSAMA : Ribuan siswa-siswi PAUD dan TK se Kabupaten Batang melakukan senam gemar makan ikan, di halaman Kantor Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SENAM BERSAMA : Ribuan siswa-siswi PAUD dan TK se Kabupaten Batang melakukan senam gemar makan ikan, di halaman Kantor Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Ribuan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak se Kabupaten Batang, bersama Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, melakukan senam massal gemar makan ikan di halaman Kantor Bupati Minggu (30/8).

Yoyok mengungkapkan kekhawatirannya kepada makanan atau jajan yang dijual di sekolah, karena dari segi gizi dan higienisnya sangat kurang dan banyak menggunakan zat pewarna yang membahayakan.

Menurutnya jajanan sekolah yang tidak sehat tersebut jika dikonsumsi terlalu sering dan cukup lama akan menimbulkan banyak penyakit yang menimpa anak-anak sekolah, khususnya anak PAUD/TK dan sekolah dasar. “Saya takut pada kesehatan anak–anak, karena banyak makanan yang menggunakan pewarna yang tidak jelas yang dijajakan di sekolah,” ungkap Bupati.

Dia juga mengatakan agar orang tua lebih memberikan konsumsi pada anak-anaknya ikan daripada memberikan daging ayam. Disamping sayur dan makanan lainnya yang bergizi, namun dari bahan lokal.

Menurutnya dengan melalui kegiatan senam gemar makan ikan, maka akan mengajarkan pada anak manfaat dari makan ikan. Sebab ikan lebih mudah diperoleh dan berlimpah di Kabupaten Batang. “Kandungan gizi di dalam ikan sangat luar biasa, untuk mencerdaskan dan menyehatkan anak kita,” katanya,

Yoyok juga menegaskan bahwa keberpihakan Pemda Batang dalam memajukan pendidikan terutama PAUD/TK sangat besar. Hal itu bisa diketahui pada besaran bantuan BOP atau Bantuan Operasional, untuk Lembaga PAUD ada peningkatan demikian juga untuk bantuan kesejahteraan bagi guru PAUD. “Tadinya satu juta sekarang dua juta untuk bantuan BOP, begitu juga dengan bantuan kesra naik menjadi Rp 250 ribu dari sebelumnya Rp 200 ribu per bulan,” tegasnya.

Kabid Pemuda Olah Raga dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga, Kabupaten Batang, Karyono, menandaskan sampai saat ini Pemda melalui bagian Kesra memberikan bantuan kepada guru PAUD sebanyak 400 orang, yang terdiri dari PAUD Non Formal, kelompok bermain TPA, dan Satuan PAUD Setara.

Menurutnya bagi lembaga PAUD yang belum terdaftar di Disdikpora, untuk segara mendaftar agar pihak Disdikpora dapat mendata. Sehingga tahun ajaran depan lembaga PAUD tersebut bisa diajukan untuk mendapatkan bantuan operasional.

“Kalau melihat jumlah peserta senam gemar makan ikan, kami yakin masih banyak guru PAUD yang belum mendapatkan bantuan operasional. Karena lembaga tersebut belum terdaftar, untuk itu segera lembaga PAUD tersebut didaftarkan ke Disdikpora, agar bisa mendapatkan bantuan,” tandas Karyono. (thd/ric)