Maju Bila Dikelola Dengan Roh Bisnis

218
DIALOG: Presdir PT Sido Muncul Irwan Hidayat saat memberikan pencerahan bagaimana mengelola Indonesia.di RRI Semarang. (SULISTYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIALOG: Presdir PT Sido Muncul Irwan Hidayat saat memberikan pencerahan bagaimana mengelola Indonesia.di RRI Semarang. (SULISTYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Indonesia harus dikelola dengan roh bisnis agar semakin besar dan maju. Artinya, Indonesia mampu menghasilkan produk yang baik untuk dijual dengan menghormati sesame pengusaha, dan membantu mereka yang lemah.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat disela dialog kebangsaan bertajuk Menjadi Orang Indonesia Yang Beragama dan Berbudaya di Semarang, akhir pekan lalu. “Roh bisnis itu mampu membuat perusahaan yang kecil menjadi besar,” tegas Irwan Hidayat.

Irwan mencontohkan banyak perusahaan jamu, kacang, dan kopi yang semula berskala kecil tumbuh berkembang menjadi perusahaan besar dengan kapasitas produksi dan omset yang luar biasa. Sebuah perusahaan menjadi besar, karena usaha dan kerja keras serta kemauan pengusaha untuk membesarkan perusahaan-perusahaan yang kecil.

“Semua itu, ya, karena roh bisnis. Kalau Indonesia dikelola dengan roh bisnis, pasti hasilnya akan lebih dari sekadar perusahaan jamu, kacang, dan kopi yang tumbuh sangat luar biasa,” tegasnya.

Pengusaha, kata dia, tak jarang menangguk kerugian pada produksi pertamanya, namun jika sudah berhasil bisa berlipat-lipat yang didapatkannya.

Ia mengatakan kalangan pengusaha juga harus menyadari kewajibannya untuk membantu pemerintah, yakni dengan melalui partisipasi seperti membantu masyarakat lemah yang membutuhkan melalui program CSR atau lainnya.

Dalam roh bisnis, kata dia, yang tidak boleh dilupakan adalah kejujuran dan menjaga kepercayaan yang menjadi salah satu modal utama karena banyak orang berantem gara-gara tidak bisa menjaga kepercayaan. Makanya, Irwan mengatakan penerapan roh bisnis akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur dan jika rakyatnya sudah makmur tidak akan lagi ada permusuhan dan pertikaian.

Dialog kebangsaan itu juga menghadirkan budayawan, ulama, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Thalibien Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. (tya/zal)