TETAP SEMANGAT: Sejumlah warga tampak antusias mengikuti pawai Agustusan di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TETAP SEMANGAT: Sejumlah warga tampak antusias mengikuti pawai Agustusan di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Masyarakat Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, kemarin, meramaikan pawai keliling desa yang sudah 12 tahun terkahir dilanda bencana air rob. Kirab diikuti siswa siswi, baik SD, SMP maupun dari Yayasan Yatim Piatu. Sedangkan, warga yang turut serta adalah warga yang tersebar di RW 1 hingga RW 8.

Pawai dimulai dari balai desa dan finish di tempat yang sama tersebut diramaikan dengan penampilan karya kreatif warga. Karena itu, berbagai bentuk kreasi seni diarak di jalan telihat sangat meriah. Ditambah dengan iringan musik drumband, gema salawat dan lainnya. Selain itu, Agustusan juga diwarnai dengan hiburan, doorprize dan lomba tumpeng oleh ibu-ibu PKK.

Pj Kepala Desa Sriwulan, Zamroni mengungkapkan, meskipun kampung yang dipimpinnya sudah lama terendam rob, namun warga tetap bersemangat untuk membangun desa tersebut, termasuk dalam berkegiatan Agustusan. “Kita tumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta desa diantara warga ditengah bencana rob yang terjadi setiap saat. Kita berharap, warga bisa bersatu dalam menanggulangi rob yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini,”katanya.

Zamroni menambahkan, sudah banyak warganya yang pindah desa akibat rob tersebut. Dia mengatakan, setiap hari ada 2 hingga 3 warga yang minta surat pindah. Sebab, rumah mereka rusak dan sudah tidak bisa ditempati karena dikepung rob. “Ada sekitar seratus rumah warga yang hilang kena rob. Jadi, hampir satu RT sendiri,” ujarnya.

Untuk mengatasi rob ini, pihak desa telah melakukan berbagai pendekatan dengan pemerintah daerah atau instansi terkait, termasuk bekerjasama dengan desa tetangga lain, yaitu Desa Bedono dan Desa Timbulsloko untuk pembuatan sabuk pantai. Namun, pengajuan pembangunan sabuk pantai tersebut hingga kini belum terealisasi. “Karena itu, kita minta perhatian dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk membantu warga mengatasi rob ini. Sebab, selain rumah, jalan dan infrastruktur lain di desa ini mengalami kerusakan akibat rob. Rumah warga yang asli sudah hancur. Rata-rata rumah yang bertahan karena diperbaiki. Kita juga selalu meninggikan tanggul hingga 3 meter,” tambahnya.

Ketua BPD Desa Sriwulan, Ahmad Kholil Bunaweh menambahkan, bencana rob di desanya tersebut perlu penanganan berkelanjutan oleh pemerintah. Jika tidak, maka akan makin banyak warga yang pindah. “Dulu, penduduk Desa Sriwulan mencapai 14 ribu jiwa. Namun, karena kondisi rob, sekarang menyusut tinggal sekitar 11.300 jiwa,”katanya. karena rob itupula, tanggul atau jalan sudah ditinggikan terhitung 4 kali. Menurutnya, swadaya masyarakat Sriwulan sebetulnya cukup tinggi. Namun karena bencana rob, akhirnya warga hanya berkonsentrasi meninggikan tanggul. “Karena itu, kita berharap rob ini bisa ditanggulangi pemerintah,”katanya.(hib)