Ditangkap, Curi Motor dan 26 Kali Njambret

394
RESIDIVIS: Tersangka Ari Hartono alias Ompong saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESIDIVIS: Tersangka Ari Hartono alias Ompong saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRUMBUNGAN – Setelah sempat menjadi buron, Ari Hartono alias Ompong, 23, warga Jalan Udowo Timur VI RT 1 RW 10 Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, akhirnya diringkus aparat Reskrim Polsek Semarang Tengah. Ia menjadi buron atas kasus pencurian motor di depan warung pecel lele Lamongan Jalan Indraprasta, Semarang.

Setelah ditangkap, terbongkarlah semua jejak kejahatan pemuda yang bekerja sebagai tenaga tukang las tersebut. Ternyata ia terlibat banyak kejadian kejahatan di tempat lain. Bahkan Ari mengaku pernah 26 kali menjambret di lokasi terpisah di Kota Semarang. Tidak hanya itu, ia juga pernah melakukan pencurian burung di daerah Genuk.

Di depan polisi, tersangka Ari Hartono mengakui, semua jejak kejahatan yang pernah dilakukan. ”Selain mencuri motor, juga menjambret sebanyak 26 kali di Semarang. Saya juga pernah mencuri 6 ekor burung,” kata Ari saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah, Minggu (30/8).

Diceritakannya, selama berkali-kali mencuri, Ari berhasil lolos dari sergapan polisi. Ia merasa ketagihan, karena mampu memperoleh uang secara cepat. Ari mengaku, gajinya sebagai tukang las besi per hari Rp 75 ribu dinilai tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan. ”Saya kemudian mencuri untuk mencari tambahan,” akunya.

Aksi pencurian terakhir dilakukan Ari bersama dua temannya, Satria Citra Purnama, 32, warga Jalan Mustokoweni Raya RT 1 RW 10 Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, dan Romadhon, 28, warga Jalan Surtikanti Tengah III Semarang. Mereka beraksi mencuri motor Yamaha Vega R K 2734 GN milik korban Rudi Hartono, warga Gowanan RT 2 RW 1 Ngemplak, Kartasura, Sukoharjo, saat diparkir di depan warung pecel lele Lamongan Jalan Indraprasta Semarang, Jumat (6/2) sekitar pukul 00.30.

Tersangka Satria sendiri telah diringkus terlebih dulu oleh aparat Reskrim Polsek Semarang Tengah. Sedangkan Romadhon sampai saat ini masih buron. Saat beraksi, Satria dan Ari berpura-pura membeli ayam goreng dan dibungkus. ”Sedangkan Romadhon menunggu di luar warung. Kemudian dia menggunakan kunci letter T, langsung mengambil motor milik korban,” katanya.

Namun sial aksi tersebut diketahui dan diteriaki oleh pemilik warung. Sehingga tersangka ketakutan. Saat kondisi panik, tersangka Satria terjatuh dan langsung ditangkap. ”Saya ditangkap pada 25 Agustus, Romadhon masih buron,” kata Ari.

Ari juga mengaku beraksi menjambret sebanyak 26 kali di Kota Semarang selama 2015. Di antaranya di daerah Banjir Kanal Barat, dan kawasan Pantai Marina. ”Wilayah sasarannya di Semarang Barat dan Semarang Utara. Saat menjambret kadang beraksi sendirian, kadang bersama teman,” akunya.

Sasaran utamanya adalah pengendara wanita. Saat menjambret, ia mengaku awalnya jalan-jalan terlebih dulu. Saat melihat pengendara wanita sendirian langsung dikuntit. ”Melihat kondisi sepi, korban dipepet. Tasnya dirampas,” katanya.

Sekali beraksi, biasanya ia mendapatkan uang tunai di dalam dompet dan handphone. ”Uang hasil penjambretan dibagi-bagi. Terakhir, saya mendapat bagian Rp 600 ribu. Uangnya saya gunakan untuk pesta ulang tahun bersama teman-teman di kampung,” ujar pemuda berzodiak Cancer ini.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Ifan Taufik, mengatakan, tersangka seorang residivis. ”Dia tersangka kasus pencurian. Setelah kami lakukan pengembangan penyelidikan, ternyata juga terlibat kasus penjambretan di 26 lokasi kejadian. Satu tersangka lain masih buron,” kata Ifan.

Dikatakan, tersangka Ari sudah tiga kali ditangkap, yakni kasus pencurian motor, kasus senjata tajam, dan kini kembali ditangkap kasus pencurian. ”Ini merupakan pengembangan dari tersangka Satria yang terlebih dahulu diamankan saat mencuri sepeda motor di warung makan pecel lele,” kata Ifan didampingi Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Tri Agung.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (amu/aro/ce1)