ENJOY: Tim voli putra Jawa Tengah saat berujicoba melawan tim Pra PON Jateng beberapa waktu lalu. Tim yang disiapkan tampil di Popnas 2015, September mendatang di Bandung ini mencatat progres positif dan siap merebut medali emas. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENJOY: Tim voli putra Jawa Tengah saat berujicoba melawan tim Pra PON Jateng beberapa waktu lalu. Tim yang disiapkan tampil di Popnas 2015, September mendatang di Bandung ini mencatat progres positif dan siap merebut medali emas. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim bola voli indoor putra dan putri Jateng telah masuk dalam persiapan akhir sebelum bertarung di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat 8-18 September mendatang.

Terakhir, tim bola voli putra Jateng melakoni laga uji coba versus tim Pra PON Jateng di GOR Jatidiri Semarang Rabu (26/8). Meski kalah 0-3 (23-25, 24-26, 21-25) namun tim ini menunjukkan progres yang positif.

Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng, Effendi Hari Marsudi mengatakan, memang sengaja mempertemukan tim Popnas dengan tim Pra PON, karena tim Popnas butuh lawan ujicoba yang lebih baik secara kualitas dan pengalaman.

“Kalau lawan tim Pra PON kan mereka lawan tim senior, wajar kalau kalah. Tapi kami tidak melihat hasilnya, namun progres permainanya. Dengan hasil tersebut secara teknis sudah bisa dilihat perkembangan tim, terutama tim putra di kelompok umurnya mereka bisa menunjukkan permainan yang lebih baik,” terang Effendi kemarin.

Pada ajang yang sama di Jakarta tahun lalu, tim voli putra Jateng hanya berhasil menyumbang medali perunggu. Sedangkan tim putri Jateng berhasil menyumbang medali perak setelah tumbang atas Jabar di partai puncak. “Kalau dari pelatih tim putra kemarin mengatakan targetnya bisa menyumbang emas. Namun untuk target awal baik tim putra maupun putri minimal harus menembus babak semifinal dulu,” sambung Effendi kemarin.

Disinggung mengenai persaingan di Popnas, Effendi mengatakan anak-anak Jateng tidak boleh terlena hanya dengan tim-tim yang selama ini menjadi langganan podium saja karena menurutnya ada beberapa daerah yang diprediksi bakal menjadi kuda hitam di Popnas. “Seperti tim Sumatera Utara misalnya, dilihat secara kekuatan mereka mengalami progres yang sangat baik. Selain itu materi pemain di putri rata-rata bertinggi 175 cm, kemudian di putra 195 cm. jadi harus diwaspadai,” bebernya.

Sementara kurang dari dua pekan menjelang keberangkatan mereka ke Popnas, Hari (29/8) kontingen Jateng yang berjumlah 360 atlet dan ofisial dari 20 cabor (plus satu cabor eksebisi tarung derajat)) akan menjalani caracter building di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. “Harapan kami di program caracter building bisa menambah kekuatan mental serta psikis mereka sebelum turun di Popnas. Di sisa waktu ini kontingen sudah fokus di pematangan fisik, taktik, teknik dan psikis,” pungkas Effendi. (bas/smu)