Syarat Lulus Unnes Harus Bebas Narkoba

247
Dari kanan PR III Unnes DR Bambang Budi Raharjo, PR IV Prof. YL Sukses Tiyarno, BEM Unnes, FKPM Unnes Anang Budi Utomo menerima penghargan dari Lembaga Prestasi Indonesi Dunia (Leprid) atas diselenggarakannya tes narkoba kepada 6000 lebih mahasiswa baru Unnes, Jumat (28/8). (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dari kanan PR III Unnes DR Bambang Budi Raharjo, PR IV Prof. YL Sukses Tiyarno, BEM Unnes, FKPM Unnes Anang Budi Utomo menerima penghargan dari Lembaga Prestasi Indonesi Dunia (Leprid) atas diselenggarakannya tes narkoba kepada 6000 lebih mahasiswa baru Unnes, Jumat (28/8). (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKARAN – Salah satu syarat mahasiswa lulus dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) harus melewati tahap bebas narkoba. Hal itu dikatakan oleh Pembantu Rektor 3, Bambang Budi Raharjo saat ditemui usai penerimaan penghargaan dari Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia), kemarin.

Unnes berhasil mencatatkan namanya dalam buku Leprid dikarenakan telah melakukan tes urine terhadap 6.180 mahasiswa baru dan 1.500 dosen dan pejabat struktural. Menurut Bambang, langkah tersebut guna menindaklanjuti deklarasi yang pernah disampaikan oleh Unnes tentang kampus yang bebas dari narkoba.

”Beberapa bulan lalu Unnes mendeklarasikan sebagai kampus antinarkoba, antikorupsi dan antiplagiarisme. Ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi tersebut, bukan semata-mata hanya deklarasi antinarkoba. Ini ke depan akan menjadi rencana yang bagus, jika mahasiswa kalau mau lulus harus melewati tahapan bebas narkoba juga,” kata Bambang, Jumat (28/8).

Tes urine tersebut dilaksanakan di delapan tempat yang terpisah secara bersamaan. Dijelaskan juga, bagi mahasiswa lama suatu saat akan dilakukan juga tes urine secara mendadak, guna memberantas peredaran narkoba yang berada di lingkungan Unnes. ”Yang disepakati yaitu siapa saja yang terlibat narkoba dipersilakan ’minggir’ dari Unnes. Itu merupakan bentuk ketegasan yang diterapkan oleh Rektor Unnes. Kita semua sebagai akademisi memang tidak ingin Unnes dikotori oleh barang haram tersebut,” tuturnya.

Pihaknya juga akan terus memantau segala perkembangan baik itu kepada mahasiswa, dosen, dan pejabat struktural. Peredaran narkoba memang tidak pandang bulu. Bukan hanya pekerja pada umumnya, akademisi juga menjadi sasaran empuk bagi pengedar. ”Sesuai dengan tagline kita yaitu sebagai universitas konservasi tes urine tersebut sangat tepat yaitu untuk memperkuat karakter mahasiswa. Karakter moral harus kita pelihara,” katanya.

Sementara itu, Direktur Leprid, Paulus Pangka mengungkapkan, prestasi Unnes sebagai kampus yang bebas narkoba harus dipertahankan. Pemberantasan narkoba di kalangan mahasiswa yang notabene merupakan penerus pmimpin bangsa memang harus dilakukan. Ia berharap, apa yang dilakukan Unnes tersebut nantinya dapat dilakukan pula oleh kampus-kampus yang lain. ”Ini merupakan kali pertama di Indonesia bahkan di dunia. Bahwa semua mahasiswa barunya dites narkoba,” katanya. (ewb/zal/ce1)