Peserta Jaminan Pensiun Memuaskan

265
ONLINE : Seorang karyawati BPJS TK tengah mengajarkan cara cek saldo JHT secara on line pada seorang pekerja, saat event BPJS Ketenagakerjaan Fair di Ballroom Hotel Crown Plaza, kemarin. (Eny Susilowati/Jawa Pos Radar Semarang)
ONLINE : Seorang karyawati BPJS TK tengah mengajarkan cara cek saldo JHT secara on line pada seorang pekerja, saat event BPJS Ketenagakerjaan Fair di Ballroom Hotel Crown Plaza, kemarin. (Eny Susilowati/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Animo masyarakat terhadap program Jaminan Pensiun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) terbilang memuaskan. Pasalnya, meski baru diluncurkan pada bulan Juli lalu, hingga saat ini secara nasional peserta mencapai 1,5 juta.

Amri Yusuf, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pusat BPJS TK mengungkapkan, hingga akhir tahun pihaknya menargetkan peserta program Jaminan Pensiun BPJS TK mencapai 2 juta peserta. “Jaminan pensiun dipersiapkan bagi pekerja untuk tetap mendapatkan penghasilan bulanan disaat memasuki usia yang tidak produktif lagi. Iurannya 3 persen, 1 persen ditanggung pekerja dan 2 persen pengusaha,” terang Amri.

Dengan masa iur 15 tahun, peserta akan memperoleh manfaat pasti yaitu selain Jaminan Hari Tua (JHT) juga memperoleh pendapatan bulanan. Selain peserta, manfaat pensiun juga dapat diterima oleh ahli waris janda/duda dari peserta yang meninggal dengan benefit mencapai 50 persen dari formulasi manfaat pensiun, sampai ahli waris meninggal dunia atau menikah lagi. Selain itu, ahli waris anak dari peserta yang meninggal juga mendapatkan benefit pensiun mencapai 50 persen sampai berusia 23 tahun, bekerja atau menikah. “Untuk peserta lajang yang meninggal dunia, manfaat pensiun diterima oleh orangtua sampai batas waktu tertentu dengan benefit mencapai 20 persen,” paparnya.

Sedangkan untuk wilayah Jateng dan DIY, hingga saat ini jumlah Tenaga Kerja (TK) yang sudah mengikuti program pensiun BPJS TK ada sebanyak 2.275 TK dari 1.181 perusahaan. “Karena baru 1 bulan program Jaminan Pensiun ini berjalan, maka saat ini masih banyak perusahaan yang ingin mendapatkan sosialisasi terlebih dahulu,” kata Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Achmad Hafiz di sela acara sosialisasi Era Baru Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan Fair di Ballroom Hotel Crown Plaza, kemarin.

Sementara itu, terkait dengan posisi kepesertaan BPJS TK Jateng dan DIY hingga posisi Juni tahun ini, tercatat sebanyak 39.876 perusahaan, 3.804.725 TK, pencapaian kepesertaan penerima upah (sektor formal) target 9.778 perusahaan realisasi 31,54 persen, tenaga kerja target 1.291.689 TK realisasi 24,13 persen. Pencapaian kepesertaa bukan penerima upah (sektor informal) tenaga kerja target 200.565 TK realisasi 11,38 persen.

Untuk pembayaran jaminan program paket yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 20.714.262.623,- dengan jumlah kasus 5.872, Jaminan Kematian (JKM) Rp 26.463.300.000,- jumlah kasus 1.101, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 445.455.460.107,- jumlah kasus 47.348. (eny/smu)