TAAT ATURAN: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencopoti spanduk bergambar mereka di pinggir jalan, kemarin. (Istimewa)
TAAT ATURAN: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencopoti spanduk bergambar mereka di pinggir jalan, kemarin. (Istimewa)

SEMARANG – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi–Hevearita Gunaryanti Rahayu memberikan contoh taat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Memasuki hari kedua masa kampanye pilkada, Jumat (28/8), mereka melepas sendiri sejumlah spanduk dan umbul-umbul pasangan Hebat yang dipasang di pinggir jalan.

Di sela perjalanan untuk mengikuti sejumlah kegiatan, Hendi (Hendrar Prihadi) dan Ita (Hevearita Gunaryanti) tiba-tiba turun dari mobil berwarna hijau. Tanpa didampingi oleh ajudan atau satuan petugas (Satgas), Hendi dan Ita yang memakai kemeja putih langsung mencopoti spanduk dan umbul-umbul yang menempel di pohon dan pagar. Ada sekitar 5 spanduk dan umbul-umbul yang diturunkan oleh Hendi. Sejumlah warga lalu membantu Hendi.

Saat dikonfirmasi, Hendi membenarkan bila dirinya mencopoti sejumlah spanduk yang bergambar pasangan calon Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu. Dia mengaku tidak merencanakan pencopotan spanduk tersebut. ”Kebetulan saya dan Mbak Ita baru saja pulang dari kegiatan sosialisasi. Dari mobil kami melihat masih ada beberapa spanduk kami yang terpasang, jadi kami berinsiatif untuk mencopotnya sendiri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hendi menegaskan, dirinya sudah memerintahkan seluruh tim kampanye untuk menaati peraturan yang ditetapkan KPU, termasuk aturan batas waktu pemasangan alat peraga kampanye (APK). ”Saya sudah mengimbau kepada tim untuk menurunkan baliho-baliho bergambar Hendi-Ita secepatnya,” ungkapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono, menyatakan bila baliho, umbul-umbul, dan spanduk batas akhir pemasangannya hingga 26 Agustus. Henry mengakui, hingga saat ini masih banyak APK pasangan calon yang terpasang di sejumlah lokasi.

Menurutnya, panitia pengawas (Panwas) mengirimkan surat ke KPU yang isinya masih banyak baliho, umbul-umbul, dan spanduk yang terpasang. ”Kami tindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada partai-partai dan seluruh pasangan calon untuk segera menurunkan (baliho, spanduk, maupun umbul-umbul) pada 27 Agustus lalu. Kami beri waktu 1×24 jam untuk menurunkannya, jika masih ada, maka kami akan bekerja sama dengan satpol PP untuk mencopotnya,” katanya. (ric/aro/ce1)