Matangkan Tim Kejurnas Pelajar

173

SEMARANG – Persiapan terus dilakukan oleh kontingen bridge Jateng menghadapi Kejuaraan Nasional Bridge Antar-Pelajar/Mahasiswa yang akan digelar di Kota Semarang, bulan November 2015 mendatang. Pengayaan strategi terus dilakukan. Permainan bridge, dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat.

”Perkembangan anak-anak sejauh ini sangat menggembirakan. Strategi yang diterapkan mulai bervariasi dan berani mengambil keputusan di saat yang tepat. Bahkan, mereka dalam latihan rutin mampu mengalahkan pemain-pemain senior Jateng,” ujar Sekretaris Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jateng Tatang Kristiadi.

Selain menjalani latihan rutin, atlet pelajar juga ditempa di beberapa kejuaraan seperti Sirkuit Mingguan Gabsi Semarang, Liga Bridge, dan Liga Pelajar. Dari tiga ajang tersebut, pelatih dan pengurus Gabsi Jateng terus melakukan evaluasi kepada atlet. ”Secara umum, atlet Jateng siap bertanding di kejurnas nanti. Kami juga memperhatikan mental bertanding meraka agar bisa maksimal. Mental sangat penting karena bisa mempengaruhi performa saat bertanding. Permainan bridge membutuhkan konsentrasi agar bisa menentukan strategi yang tepat,” tuturnya.

Terkait peluang pada kejurnas nanti, Tatang menilai kelompok mahasiswa mempunyai peluang lebih besar. Namun, bukan berarti kelompok pelajar tidak ada kans. Hanya saja, persaingan di kelompok pelajar lebih ketat. Namun, Gabsi yakin atletnya bisa berbicara pada turnamen tersebut. ”Saingan terberat kami perkirakan datang dari atlet-atlet Jatim. Hal ini berkaca pada PON Remaja I lalu, di mana Jatim tampil sebagai juara umum. Dan Jateng berada di posisi kedua. Persaingan akan ketat,” tandasnya. (bas/smu)