Karyawan Curi Cengkeh 60 Kg

336
DIPERIKSA : Lima pekerja perkebunan diperiksa oleh petuga kepolisian kerena mencuri cengkeh. (ADENNYAR W/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Lima pekerja perkebunan diperiksa oleh petuga kepolisian kerena mencuri cengkeh. (ADENNYAR W/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Lima pelaku diamankan Satreskrim Polres Kendal lantaran kedapatan mencuri kebun hasil panen dari PT Banaran dengan berat total sekitar 60 kilogram. Mereka nekat melakukan pencurian dengan dalih karena terhimpit ekonomi.

Kelima pelaku adalah Fatoni ,28, Arif ,20, Sudiyono,27, Hari Kurniawan,19, warga Desa Donorojo Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung dan Senadi ,50 warga Desa Harjodowo Kecamatan Sukorejo. Ironisnya, mereka ini diketahui merupakan pekerja musiman di PT Banaran.

Tersangka Fatoni mengatakan, aksi pencurian dilakukan lantaran tergiur dengan harga cengkeh yang tinggi. Ditambah lagi, kelima pelaku sedang didesak kebutuhan ekonomi hingga membuat mereka gelap mata dan nekat mencuri diperusahaannya sendiri. “ Buat makan sama kebutuhan sehari-hari, cengkehnya dijual di Pasar dengan harga Rp 30 ribuan,” ujarnya kemarin.

Sementara itu, tersangka lain Hari menuturkan cengkeh seberat 60 kg yang dicuri tersebut bernilai Rp 3 juta rupiah dan hasilnya dibagi rata dengan komplotannya. Modus yang dilakukan komplotan ini adalah dengan menyembunyikan cengkeh pasca dipanen untuk dijual sendiri. “ Setelah dipetik tidak distorkan, aksi ini dilakukan sudah tiga kali ditempat yang sama,” tambahnya.

Terpisah dengan alasan yang sama seorang pemuda bernama Supraptono alias Grandong warga DukuhSuropadan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan juga nekat melakukan aksi pencurian. Aksi pencurian yang dilakukan dengan cara membobol gembok dan kunci rumah kosong, harus terhenti ketika diirnya melakukan aksi keempatnya di rumah makan milik Mohammad Fadhil warga RT 10 RW XV Desa Plantaran Kecamatan Kaliwungu Selatan saat hendak mencuri tabung elpiji. “ Sebelumnya saya sama teman saya bernama Bayu, sudah beberapa kali mencuri. Uangnya untuk makan kerena saya tidak punya pekerjaan tetap,” tambahnya.

Sebelumnya dirinya dan Bayu warga Kaliwungu yang hingga saat ini masih buron, berhasil mencuri dua laptop dan dua buah HP. Dari hasil pencurian tersebut, dirinya mendapatkan bagian sebesar Rp 2 juta. “ Semuanya yang jual Bayu ke orang Weleri, saya terima beres. Ketangkep pas saat mencuri tabung, Bayu berhasil kabur,” sesalnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Ardiansyah, mengatakan jika keenam pelaku yang diamankan ini akan diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lainnya. “ Saat ini masih terus kita kembangkan, kita juga mengejar pelaku yang belum tertangkap,” tegasnya.(den/fth)