SATU-SATUNYA: Dewi Setyaningsih, saat tampil di Porprov Jateng 2013 lalu di Purwokerto. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SATU-SATUNYA: Dewi Setyaningsih, saat tampil di Porprov Jateng 2013 lalu di Purwokerto. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sepuluh tahun silam, Jawa Tengah masih cukup dipandang untuk cabor loncat indah. Ada nama Nanik Suryani yang cukup diperhitungkan di salah satu cabang olahraga aquatik ini. Namun setelah Nanik pensiun, Pengprov PRSI Jateng rupanya terlambat melakukan regenerasi.

BASKORO SEPTIADI

SAAT ini, memang ada nama Dewi Setyaningsih. Kemampuannya cukup bisa diandalkan, bahkan Dewi tercatat sebagai atlet pelatnas. Pada PON 2012 lalu di Riau, Dewi hanya meraih medali perunggu karena memang saat itu dia tergolong atlet yunior.

Dewi hanya berhasil meraih perunggu di nomor papan tiga meter setelah mengumpulkan total nilai 237,30. Nilai tersebut masih di bawah atlet Kalimantan Selatan, Eka Purnama Indah yang meraih perak dengan total nilai 246,05. Sementara medali emas di nomor tersebut berhasil di raih oleh atlet DKI Jakarta, Sari Ambarwati Suprihatin yang berhasil mengumpulkan total nilai 281,90. Di nomor papan satu meter putri, Dewi juga gagal bersaing dengan atlet-atlet senior setelah hanya berhasil menghuni di peringkat kelima dengan total nilai 194.5.

Empat tahun berselang, Dewi makin giat berlatih. Apalagi dia digembleng di pelatnas oleh pelatih-pelatih berkelas. Dewi kembali menjadi andalan Jateng untuk PON 2016 mendatang. Dewi Setyaningsih berhasil mengamankan tiket untuk dua nomor loncat indah yaitu papan satu meter dan tiga meter melalui babak kualifikasi PON pertama beberapa waktu lalu di Bogor. Dengan begitu Dewi dipastikan bakal turun dalam perebutan medali di dua nomor tersebut pada ajang PON Jabar 2016 mendatang.

Dewi masih memiliki kesempatan untuk lolos di beberapa nomor lain, melalui babak kualifikasi kedua yang digelar di Bandung, Desember 2015 mendatang.

Ketua Komisi Loncat Indah Pengprov PRSI Jawa Tengah Maryono dihubungi kemarin mengatakan, Di Bogor selain Dewi, Jateng juga menurunkan tiga peloncat indah lainnya yaitu Gabriel Setio, Mario Melandri dan Priscillia Meiska. “Namun ketiganya belum kami target ke PON, di event tersebut mereka hanya menambah pengalaman. Target kami untuk ketiganya yaitu di PON Remaja 2017. Di babak kualifikasi kedua di Bandung mendatang, kami akan kembali menurunkan empat peloncat indah,” terang Maryono kemarin.

Selain Dewi, Jateng sebenarnya juga memiliki satu nama peloncat indah putra yang kemarin juga turun di ajang PON Riau 2012 yaitu Setyo Aji Nugroho. ”Tapi kemungkinan Aji tidak kami turunkan di kualifikasi ini karena performanya turun,” sambungnya.

Dengan begitu lanjut Maryono, di ajang multievent empat tahunan di Jabar mendatang, untuk cabor loncat indah, Jateng hanya akan bertumpu kepada nama Dewi Setyaningsih saja. “Kita akui memang Jateng cukup terlambat melakukan regenerasi. Selain itu olahraga loncat indah memang kurang populer di Jateng,” ujar Maryono.

Meski hanya punya satu atlet, Maryono menilai peluang Dewi untuk meraih medali emas di PON 2016 cukup besar. “Target kami dia bisa meraih satu emas dan satu perak di Jabar besok. Dia juga masih memiliki waktu untuk mematangkan diri sebelum turun di PON 2016,” beber Maryono. “Memang di PON 2012 lalu, Dewi kan harus bersaing dengan Sari (Sari Ambarwati) maupun Della (Della Dinasari) yang jauh lebih senior dari Dewi. Tapi dengan perjalanan waktu ini saya kira Dewi saat ini lebih siap untuk kembali bersaing,” pungkas Maryono. (bas/smu)