MEMBARA: Proyek bangunan lima lantai di Jalan Rinjani No 22A dan 22B  Bendungan, Gajahmungkur, Semarang ludes terbakar, Jumat (28/8) petang sekitar pukul 17.30, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBARA: Proyek bangunan lima lantai di Jalan Rinjani No 22A dan 22B Bendungan, Gajahmungkur, Semarang ludes terbakar, Jumat (28/8) petang sekitar pukul 17.30, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BENDUNGAN – Proyek bangunan lima lantai di Jalan Rinjani No 22A dan 22B RT 4 RW 1, Kelurahan Bendungan, Gajahmungkur, Semarang ludes terbakar, Jumat (28/8) petang sekitar pukul 17.30. Si jago merah melumat bangunan di atas tebing tersebut. Kobaran api bahkan sempat merembet dan membakar sedikitnya tiga rumah warga di sekitarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan, bangunan yang terbakar milik dua pengusaha, Rudi, 44, dan Budi, 43. Sedangkan tiga rumah warga yang ikut terbakar masing-masing milik Thomas, Sidi dan Bambang Supriyanto.

Saksi mata, Kawid, 62, mengatakan, kobaran api kali pertama muncul sekitar pukul 17.30. Saat itu, ia sedang berada di dalam rumahnya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian. ”Saat saya keluar rumah, kobaran api sudah membesar di proyek bangunan milik Pak Budi,” kata pria yang juga Ketua RT 4 RW 1, Bendungan, Gajahmungkur, Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Melihat itu, sejumlah warga kalang kabut. Ia sendiri panik sembari memukul tiang listrik menggunakan batu untuk memberitahu warga di kawasan padat penduduk tersebut. Sebab, api telah menjilat-jilat ke arah permukiman warga akibat angin yang bertiup kencang. Terlebih di bagian bawah lokasi bangunan tersebut terdapat sejumlah rumah warga. ”Api kemudian merembet ke bangunan milik Rudi,” ujarnya.

Kawid pun langsung menelepon petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang. Tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Namun demikian, petugas pemadam kesulitan melakukan pemadaman. Sebab, kondisi lokasi bangunan tersebut berada di tanah bertebing, sedangkan api juga telah merembet membakar sejumlah rumah warga sekitarnya. ”Sulit dijangkau, lokasinya bertebing,” katanya.

Dikatakan Kawid, proyek pembangunan tersebut sudah dilakukan kurang lebih sejak satu tahun lalu. Para pekerja bangunan biasanya mulai melakukan aktivitas kerja mulai sekitar pukul 07.00 hingga 17.00. ”Sedangkan di proyek bangunan milik Budi, biasanya ada sebagian tukang bangunan yang tidur di lokasi proyek,” terangnya.

Menurutnya, lokasi proyek tersebut dijaga oleh penjaga malam bernama Jono. Dia menduga, saat kejadian, sebagian pekerja proyek dan Jono berada di lokasi proyek tersebut. ”Biasanya mereka ada di dalam proyek. Kemungkinan besar, mereka mengetahui,” bebernya.

Kepala Seksi Operasi Dinas Kebakaran Kota Semarang, Supriyanto, mengatakan, pihaknya menerjunkan sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran (damkar). ”Kami melakukan pemadaman melalui dua sisi, yakni di Jalan Rinjani dan sisi belakang bangunan yang merupakan permukiman di wilayah Kintelan,” katanya.

Puluhan petugas pemadam terus berjibaku menjinakkan api. Hingga pukul 20.00 tadi malam, api belum sepenuhnya padam. Pihaknya juga dibantu 1 unit mobil tangki air milik PDAM. ”Lokasinya memang berpotensi merembat ke rumah warga,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah petugas Polsek Gajahmungkur dan Polrestabes Semarang masih mengumpulkan keterangan saksi. Lokasi proyek tersebut juga telah diberi garis polisi. Sebanyak tiga motor juga tinggal rangka akibat terbakar dalam kejadian tersebut. Belum diketahui penyebab kebakaran secara pasti. Namun diduga kebakaran akibat korsleting jaringan listrik. Diperkirakan kerugian pemilik bangunan mencapai miliaran rupiah. (amu/aro/ce1)