Sumber Tabung Gas Ilegal Dilacak

138

SALATIGA–Maraknya peredaran tabung gas elpiji 3 kg ilegal, langsung disikapi Pemkot Salatiga dengan membentuk tim pemantau. Tim tersebut bertugas menelusuri asal usul tabung gas ilegal.

“Kami berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk melakukan sosialisasi sekaligus penertiban peredaran gas 3 kg ilegal. Sosialisasi akan disampaikan kepada agen, pangkalan dan pengecer gas,” kata Kabag Perekonomian Setda Pemkot Salatiga, Rochadi saat dikonfirmasi wartawan, kemarin siang.

Sedangkan Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiyarso menambahkan bahwa peredaran tabung gas ilegal ini sangat merugikan konsumen, dalam hal ini masyarakat luas. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menangkal peredaran tabung ilegal agar tidak terus beredar. “Semoga bisa dilacak pengedarnya, karena ini sangat merugikan,” jelas Adi Setiarso.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,masyarakat pengguna tabung gas 3 kg resah karena banyak yang ilegal. Tabung gas tersebut ditolak oleh agen saat akan membeli yang baru. Akibatnya, banyak masyarakat merugi karena harus membeli tabung lagi yang sesuai kriteria.

Sebagaimana diungkapkan Mastur, 36, pemilik pangkalan tabung gas di Pulutan, Sidorejo, kemarin siang. Ia mendapatkan penjelasan dari agen mengenai adanya kriteria tabung tertentu yang harus ditolak, apabila ada masyarakat yang menukarkannya. “Saya sempat ditolak, namun saya belum mendapatkan penjelasan pastinya seperti apa tabung yang dilarang itu. Apakah ada logo yang berbeda atau hal lain,” jelas Mastur.

Sementara itu, Sukimin, karyawan agen elpiji PT Rakyat membenarkan banyaknya tabung ilegal beredar di Salatiga. Dari pengalamannya, memang banyak tabung yang ditolak, bahkan dirinya sempat mendapatkan tujuh tabung tidak resmi sehingga merugi.

“Secara umum, ciri–ciri tabung tidak resmi kondisi catnya masih baru, bobotnya lebih ringan dibanding tabung gas Pertamina. Bahkan jika ditekan penutupnya akan mengeluarkan gas yang berbau cat karena memang belum pernah diisi gas oleh Pertamina,” jelas Sukimin sembari menunjukkan dua tabung ilegal. (sas/ida)