OPERASI GABUNGAN : Petugas Dishubparbud dan Satlantas di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, dalam operasi gabungan di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kamis (27/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI GABUNGAN : Petugas Dishubparbud dan Satlantas di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, dalam operasi gabungan di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kamis (27/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Dinilai sebagai daerah yang rawan pelanggaran kir uji angkutan jalan dan tertib administrasi lainnya, Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan, menyisir daerah perbatasan antara Kota Pekalongam dengan daerah tetangga. Hasilnya, menilang ratusan angkutan yang tidak tertib administrasi.

Kasi Dalops Dishubparbud Kota Pekalongan, Henry Rudin mengatakan bahwa penyisiran tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan rutin kendaraan, dengan sasaran utama adalah angkutan barang serta angkutan umum. “Saat ini target kami di pesisiran atau perbatasan Kota Pekalongan yang masih rawan. Banyak pengendara angkutan teledor, buktinya ratusan kendaraan bisa kami tilang,” jelasnya, Kamis (27/8) kemarin, saat ditemui dalam operasi gabungan dengan Satlantas Polres Pekalongan Kota di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan.

Ditambahkan Henry, daerah-daerah perbatasan Pekalongan yang rawan pelanggaran adalah di wilayah Kuripan dan Jalan Seruni yang merupakan pintu masuk ke Kabupaten Batang dari Kota Pekalongan. Sedangkan daerah perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, seperti Pringlangu dan Jalan Urip Sumoharjo, serta Jalan Perintis Kemerdekaan.

Henry menjelaskan, pemeriksaan angkutan tersebut meliputi pemeriksaan persyaratan teknis dan kelaikan jalan, mulai dari sistem kemudi, ban, percadangan dan perlengkapan, muatan, serta izin trayek untuk kendaraan jenis angkutan umum.

“Perbatasan dengan jalur seperti ini sangat rawan. Karena biasanya angkutan barang serta angkutan umum yang melanggar, memang sengaja menjadikan wilayah perbatasan tersebut sebagai alternatif untuk melintas,” jelasnya.

Namun, dirinya tidak keras dalam melaksanakan aturan kepada para pengendara, tetap lebih ke sosialisasi dan imbauan. Meski begitu, bagi pelanggar berat akan langsung ditindak. “Tadi ada yang mengaku, bilangnya plat KIR tertinggal di rumah. Yang bersangkutan, saya suruh ambil dan pasang. Kalau bisa membuktikan, tidak kami tilang,” tandasnya. (han/ida)