Perang Yel-Yel Saat Kampanye Damai

240
DEKLARASI DAMAI: Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang membacakan ikrar deklarasi damai di hadapan ratusan pendukung masing-masing di depan Kantor KPU Kabupaten Semarang. (PRISTYONO HARTANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI DAMAI: Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang membacakan ikrar deklarasi damai di hadapan ratusan pendukung masing-masing di depan Kantor KPU Kabupaten Semarang. (PRISTYONO HARTANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Kendati ratusan massa pendukung dari kedua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang berkumpul, namun tidak terlibat bentrok fisik. Mereka hanya saling serang menggunakan yel-yelan kebanggaan masing-masing dalam deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2015, Kamis (27/8).

Kedua pasangan calon Mundjirin-Ngesti dengan slogan Mukti dan Nur Jatmiko-Mas’ud Ridwan dengan slogan Jatimas saling balas dan sindir dalam orasinya di panggung terbuka di depan Kantor KPU Semarang Jalan A Yani, Ungaran. Dalam deklarasi damai tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, Kapolres Semarang AKBP Latif Usman serta Dandim Salatiga Letkol Inf Budi Rahmawan.

Ketua KPU Guntur Suhawan mengatakan, masa kampanye telah dimulai. Pihaknya berharap pelaksanaan kampanye oleh masing-masing paslon berlangsung tertib, aman dan damai. “Sampaikan visi dan misi dengan baik. Jangan melakukan cara-cara kampanye yang melanggar aturan termasuk melakukan black campain,” ungkapnya.

Kapolres Semarang AKBP Latif Usman meminta semua warga Kabupaten Semarang untuk menciptakan keamanan dan ketertiban selama masa Pilkada. “Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kami, tapi kita semua,” katanya.

Calon Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, Pilkada tidak terlaksana jika tidak ada pasangan Nur Jatmiko dan Mas’ud Ridwan. Bupati juga berpesan agar masyarakat cerdas dalam memilih. Sementara Ngesti Nugraha hanya berpesan agar tidak ada fitnah dalam Pilkada ini.

Calon Wakil Bupati Mas’ud Ridwan membalas orasi dengan menyatakan tidak akan ada fitnah dalam Pilkada nanti. Mas’ud menyatakan akan membawa pembaruan bagi Kabupaten Semarang sehingga masyarakat menjadi sejahtera.

Calon Bupati Nur Jatmiko memilih tidak banyak bicara, tetapi siap bekerja untuk memberikan perubahan baru bagi Kabupaten Semarang agar lebih maju. “Saya tidak pandai bicara. Tetapi Insya’ Allah saya bisa bekerja,” kata Nur Jatmiko singkat. (tyo/aro)