Pasangan Calon Saling Unjuk Kekuatan

210
KELILING KOTA: Pasangan Marmo-Zuber yang menumpang mobil warak ngendog, Hendi-Ita yang menumpang mobil jip terbuka, serta pasangan Sigit-Agus yang menaiki jip mewah seharga Rp 1,2 miliar. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KELILING KOTA: Pasangan Marmo-Zuber yang menumpang mobil warak ngendog, Hendi-Ita yang menumpang mobil jip terbuka, serta pasangan Sigit-Agus yang menaiki jip mewah seharga Rp 1,2 miliar. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2016-2021 yang akan berlaga dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang disosialisasikan oleh KPU Kota Semarang, Kamis (27/8). Sosialisasi dilakukan dengan mengarak pasangan calon keliling kota naik mobil hias. Kegiatan tersebut untuk mengawali tahapan kampanye yang akan dihelat hingga awal Desember mendatang. Alhasil, kegiatan konvoi kemarin menjadi ajang unjuk kekuatan masing-masing pasangan calon.

Sebelum digelar pawai, tiga pasangan calon terlebih dahulu mengikuti Deklarasi Kampanye Damai di depan Balai Kota. Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengucapkan sumpah komitmen deklarasi untuk kampanye damai yang dibacakan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono.

Ada tujuh poin komitmen dalam deklarasi Kampanye Damai tersebut, di antaranya menaati ketentuan hukum yang mengatur Pilkada Kota Semarang 2015; menjaga kerukunan, ketenteraman dan kedamaian dalam menciptakan kondusivitas pilkada; membantu aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan; menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan sportivitas, serta mengedepankan musyawarah mufakat jika ada permasalahan.

Setelah meneken deklarasi kampanye damai, dilanjutkan pawai pasangan calon bersama simpatisan masing-masing yang dilepas dengan kibaran bendera start oleh Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto. Pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi (MAZU) yang mendapatkan nomor urut 1 berada pada barisan paling depan. MAZU menaiki mobil bak terbuka yang dihias dengan replika kepala Warak Ngendog, hewan imajiner ikon Kota Semarang.

Di belakangnya, barisan mobil antik VW Safari dinaiki oleh jajaran petinggi partai politik pengusung pasangan ini, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Iringan musik dan nyanyian lagu Move Zemarang yang dimainkan oleh simpatisannya di atas sepeda motor roda tiga juga ikut menyemarakkan suasana, diikuti rombongan sepeda motor yang membawa bendera di tangan beratraksi sesuai aba-aba.

Soemarmo dan Zuber pun terus menebar senyum dan melambaikan tangan kepada masyarakat yang berada di pinggir jalan protokol. Memang masyarakat yang menonton terbilang tidak banyak, hanya didominasi para pendukung masing-masing calon.

Soemarmo mengatakan, setelah kampanye damai ini, pihaknya akan bergerak di dapil yang telah dijadwalkan oleh KPU Semarang. ”Kita akan bergerak di wilayah dapil yang telah dijadwalkan KPU. Kita akan gunakan semua potensi yang ada,” terang Soemarmo yang memiliki program naik BRT gratis bagi pelajar, dan membangun 10.000 rumah layak huni ini.

Sementara itu, pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hebat) yang mendapatkan nomor urut 2 memilih menaiki mobil jip terbuka, diikuti rombongan jip-jip dan mobil lain. Slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) terpampang besar di atas mobil yang ditumpangi pasangan calon yang diusung koalisi tiga parpol, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat ini. Hendi dan Ita juga selalu menyapa warga dengan salam dua jari. Mengikuti di belakangnya, rombongan bermotor para simpatisan dan pendukungnya yang mengenakan berbagai atribut parpol pendukung maupun gambar pasangan Hendi-Ita meramaikan arak-arakan.

Di barisan ketiga, pasangan Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso (Sibagus) tampak menaiki mobil jip terbuka Wrangler Rubichon warna putih senilai Rp 1,2 miliar, diikuti mobil Toyota Alphard yang tak kalah mewahnya. Mobil kelas premium yang dinaiki Sibagus itu merupakan kendaraan pribadi Sigit. Terbukti, dari nopol H 18 SI. SI merupakan inisial nama Sigit Ibnugroho yang digunakan di seluruh mobil pribadinya.

Para petinggi parpol pendukung Sibagus, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Golkar terlihat menumpang mobil mewah di belakang jip yang dinaiki Sibagus. Tampak pula mobil jip antik Willys di barisan terdepan. Di barisan paling belakang, rombongan bermotor dengan membawa berbagai atribut, seperti kaus, bendera, dan spanduk bergambar Sibagus maupun parpol pendukung mengikuti dengan tertib. Selama konvoi, pasangan Sibagus dan pendukungnya selalu melemparkan salam metal tiga jari kepada warga.

Konvoi kemarin dilakukan sejauh 27 km dengan rute Jalan Pemuda, Jalan MGR Soegijapranata, Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran Kalibanteng, Jalan Pamularsih, Jalan Kaligarang, Jalan Menteri Supeno, Simpanglima, Jalan Ahmad Yani, Jalan Brigjend Sudiarto, Arteri Soekarno Hatta, Bubakan, Jalan Cendrawasih, Jalan Pemuda, dan finish di balai kota tersebut. Setiap rombongan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dikawal oleh motor dan mobil Voorijder serta satu truk Dalmas Polrestabes Semarang dan diberi jarak antara masing-masing rombongan.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, mengatakan, konvoi dan deklarasi kampanye damai dilakukan untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak salah pilih. ”Ini lho calonnya. Tidak hanya di dalam baliho yang hanya diam tidak bisa bicara. Tapi ini bisa melihat secara langsung orangnya,” ungkap Henry Wahyono.

Dikatakan, selama masa kampanye, para paslon harus menaati aturan. Di antaranya, pencopotan alat peraga kampanye (APK) yang tertempel di jalanan maupun yang di-branding di mobil pribadi dan angkutan umum. ”Kami belum bisa menargetkan akan bersih kapan, tapi kami ada batas waktu pastinya, awal September harus bersih. Paling tidak kami harus melakukan 4 kali operasi dan itu sudah kami hitung,” katanya. (mha/zal/amh/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here