Mbak Ita Terkesan Telur Asin Semarang

113
POTENSI UMKM: Mbak Ita bersama ibu-ibu anggota Rumah Pintar Lavender mempraktikkan pembuatan telur asin yang menjadi penggerak roda ekonomi wilayah setempat. (Istimewa)
POTENSI UMKM: Mbak Ita bersama ibu-ibu anggota Rumah Pintar Lavender mempraktikkan pembuatan telur asin yang menjadi penggerak roda ekonomi wilayah setempat. (Istimewa)

SEMARANG – Telur asin tak hanya diproduksi di Brebes. Di Kota Semarang, ibu-ibu di RW IX Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang mampu membuat telur asin dengan kualitas yang tidak kalah. Hal tersebut memantik kekaguman calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Rabu (26/8), Mbak Ita, panggilan akrab Hevearita berkunjung ke Rumah Pintar Lavender, Griya Bukit Kencana Jaya, Kelurahan Meteseh. Pasangan calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tersebut melihat dan mencoba langsung proses pembuatan telur asin. Dia sedikit terkejut karena usaha pembuatan telur asin mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi warga setempat. ”Ternyata di sini ada yang memproduksi telur asin dan kualitasnya tak kalah dengan telur asin di Brebes,” ujar wanita dengan ciri khas kerudung merah itu. Tanpa segan, Mbak Ita menyisingkan lengan baju dan ikut bergabung dengan ibu-ibu membuat telur asin.

Menurut dia, adanya sentra pembuatan telur asin Meteseh membuktikan tingginya potensi UMKM di Semarang. ”Bila dikelola dengan baik tentu produknya bisa dipasarkan ke luar daerah. Kemasan dan cara pemasarannya juga harus bagus agar mampu menarik pembeli,” paparnya. Dia menambahkan apa yang dilakukan kaum wanita di wilayah tersebut mampu membantu perekonomian keluarga.

Selain telur asin, di tempat tersebut juga diproduksi kerupuk gandum, egg roll dan sale pisang. Ibu-ibu rumah pintar juga memproduksi tas, kerudung, rajut, gamis, dan batik. Dalam kesempatan itu, dia juga berdialog dengan anggota rumah pintar tentang pentingnya UMKM, dan industri kreatif. ”Saya berkomitmen mendukung pengembangan UMKM sehingga bisa menghasilkan produk khas Semarangan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Rumah Pintar Lavender, Maya Sopha Diyanti mengatakan anggotanya kini berjumlah 30 orang. Mereka tersebar di 8 RT. Di samping produksi telur asin, pengelola Rumah Pintar juga memfasilitasi program bimbingan belajar secara gratis bagi anak sekolah dan pelatihan tata rias wajah. ”Kegiatan di sini dimulai sejak 2006 dan memakai dana swadaya,” kata dia. (ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here