Jangan Sekadar Seremonial, Harus Lebih Peduli

170
HAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mendapat bunga dari seorang anak dalam event Hari Anak Nasional di gedung Balai Kota Semarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
HAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mendapat bunga dari seorang anak dalam event Hari Anak Nasional di gedung Balai Kota Semarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Ada yang menarik dalam acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2015, yang digelar Pemkot Semarang, Kamis (27/8). Di mana semua pengisi acaranya melibatkan anak-anak SD, termasuk anak berkebutuhan khusus (SLB).

Mereka membawakan bakat masing-masing seperti menyanyi, menari, membaca puisi, dan memainkan alat musik baik secara perorangan maupun kelompok. Performing dari setiap anak-anak sangat mengagumkan dan membuat para penonton berdecak kagum.

Dengan mengangkat tema ”Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak” kegiatan tersebut di buka langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto. Dimeriahkan Forum Anak Tingkat Kota (FASE) dan tingkat Kecamatan se-Kota Semarang. Serta perwakilan Anak Kota Semarang. ”Dipilihnya tema ini mengingatkan kita semua bahwa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika lingkungan tumbuh kembang anak buruk, maka anak akan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal. Sebaliknya lingkungan yang baik juga akan memberikan pengaruh yang baik pula terhadap tumbuh kembang anak,” kata Tavip Supriyanto.

Tavip berharap agar peringatan ini tidak sekadar seremonial saja, namun benar-benar menjadi momentum peningkatan peran serta dari seluruh warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak. Menjadikan anak-anak Kota Semarang sebagai anak-anak yang hebat, beriman, berkepribadian, cerdas, terampil, berbudi luhur dan bertakwa kepada Tuhan YME. ”Untuk itu semua pihak termasuk pihak swasta dan stakeholder untuk mendidik dan peduli terhadap anak-anak. Termasuk anak berkebutuhan khusus,” tandasnya.

Tavip berjanji, pemkot akan lebih berkomitmen dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. ”Ini dibuktikan dengan diraihnya anugerah Kota Layak Anak tingkat Pratama pada tahun 2013, 2014 dan 2015,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut diberikan pula piala hasil Loma Festival Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD Tahun 2015 UPTD Pendidikan Kecamatan Banyumanik. Juara menyanyi tunggal yang dimenangkan SD Semesta, juara Seni Tari Kreasi Baru SD Srondol Kulon 01, juara melukis SD ST Antonius 02, juara membatik canting SD Negeri Srondol Wetan 03. (zal/ce1)