Dishub Diminta Lengkapi Fasilitas Pelabuhan

159
BELUM SIAP : Peresmian Pelabuhan Kendal dianggap belum siap dan perlu pembenahan lagi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM SIAP : Peresmian Pelabuhan Kendal dianggap belum siap dan perlu pembenahan lagi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL-Molornya peresmian Pelabuhan Kendal harus dimanfaatkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal dengan melengkapi segala fasilitas. Terutama kelengkapan administrasi dan sarana maupun prasarananya.

“Molornya peresmian Pelabuhan Kendal harus dimanfaatkan untuk penyempurnaan administarsi. Jangan sampai setelah diresmikan malah mandek ditengah jalan,” kata Plt Bupati Kendal, Bambang Dwiyono menanggapi batalnya peresmian Pelabuhan Kendal Jumat (21/8) lalu, lantaran kesibukan Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan.

Salah satu yang harus diperhatikan, lanjut Bambang, operasional dari kapal jurusan Kumai dan beberapa jurusan lainnya. Selain pihak Pelabuhan Kendal, Dishub Kabupaten Kendal pun harus berkoordinasi dengan pihak pemerintah kabupaten/kota lainnya yang menjadi tempat tujuan.

“Secara keseluruhan, memang belum siap 100 persen. Perlengkapan tiketing dan Polairud juga harus disiapkan. Jadwal keberangkatan kapal dan kedatangan harus diperhatikan. Intinya jangan dipaksakan,” tandas Bambang yang belum tahu waktu akan dilaunching atau diumumkan ke publik.

Terpisah Kepala Dishub Kabupaten Kendal, Subarso mengklaim jika semua sarana yang diperlukan untuk operasional Pelabuhan Kendal telah rampung. Pelabuhan Kendal yang dibangun dengan Rp 645 miliar ini meliputi terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektare. “Akses jalan, dermaga, bangunan, breakwater, pembebasan lahan telah dilakukan dan siap dioperasionalkan,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan jika saat ini pembangunan dermaga niaga dan terminal petikemas di lahan seluas 400 hektare, terus dikerjakan. Nantinya manajemen penyeberangan akan dikelola Pemkab Kendal, sedangkan pelabuhan niaga dikelola oleh BUMD dengan pihak ketiga.

“Idealnya 173 hektare. Namun rencananya akan nambah lagi untuk menunjang Kawasan Industri Kendal (KIK). Sudah ada Kapal Kali Bodri. Kami juga mengajukan permintaan satu kapal lagi yakni Kapal Jantra yang punya kapasitas penumpang lebih besar dengan tujuan Kendal-Kumai. Rencananya akan ada 200 kapal niaga yang akan masuk ke Pelabuhan Kendal,” pungkasnya. (den/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here