Dana Kampanye Maksimal Rp 9,9 M

162

KENDAL- Memasuki masa kampanye Pilkada Kendal, Kamis (27/8) kemarin, KPUD Kendal membatasi dana kampanye setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati. Dana yang boleh dikeluarkan oleh pasangan calon sendiri maksimal Rp 9.949.165.800.

Divisi Hukum, Pengawasan, Pencalonan dan Kampanye KPUD Kendal, Syukron Adin, mengatakan, jika masing-masing pasangan calon hanya boleh mengeluarkan dana maksimal sebesar Rp 9.949.165.800. Sumber dana bisa berasal dari perseorangan, perusahaan swasta, maupun pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Sumbangan untuk perseorangan maksimal Rp 50 juta, sementara perusahaan Rp 500 juta. Dari calon sendiri bebas, yang penting tidak melebihi batas dan jelas sumber dana dari mana. Karena harus ada laporannya,” katanya.

Sementara untuk atribut kampanye atau alat peraga kampanye (APK) masing-masing pasangan calon tidak diperkenankan untuk membuat sendiri, lantaran KPUD akan memberikan APK dan pemasangannya pun dilakukan oleh KPUD Kendal.

Sukron menjelaskan jika, masing-masing calon akan mendapatkan 5 buah baliho untuk satu kabupaten, 20 umbul-umbul untuk setiap kecamatan, dan dua buah untuk setiap desa. “Pasangan calon tidak boleh membuat APK sendiri lantaran semuanya sudah disiapkan oleh KPUD. Selain itu, pemasangannya juga diatur oleh KPUD,” katanya.

Ketua tim pemenangan Widya-Hilmi (Wali), Ahmad Suyuti menjelaskan, jika aturan yang diberlakukan tersebut cukup adil dan tidak memberatkan. Tim sukses dan relawan Wali dianjurkan untuk memenuhi dan mamatuhi persyaratan yang diberlakukan oleh KPUD Kendal. “Semuanya tidak ada masalah, kita juga mengingatkan kepada para relawan untuk mematuhi aturan dari KPUD Kendal yang sudah ditentukan,” harapnya.(den/aro)