Buang Sampah Sembarangan Diprotes

226

UNGARAN-Warga di Lingkungan Genuk, Ungaran, Kabupaten Semarang mengeluhkan sampah berupa potongan pohon Matoa yang dibuang oleh pegawai Pusat Pengembangan PAUD-NI Ungaran di saluran air permukiman warga. Hal itu dikhawatirkan bis a menyebabkan banjir saat datang musim penghujan.

Sarwoto, 50, warga Genuk, Ungaran, mengatakan bahwa sampah yang dibuang di saluran air permukiman warga itu berupa potongan pohon yang jumlahnya banyak. Hingga tumpukan kayu dan daun menutupi saluran air. Warga sudah mengadukan masalah sampah ke instansi tersebut agar segera dibersihkan.

“Semestinya sampah tidak dibuang di saluran air. Kalau nanti musim hujan bisa banjir. Kami harap ke depan instansi pemerintahan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Sarwoto, Kamis (27/8) kemarin.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang, Nurhadi menyayangkan sebuah instansi pemerintahan yang membuang sampah di aliran air tersebut. Sebab sudah ada larangan membuang sampah di sungai.

“Sampah itu dilarang dibuang di sungai. Apalagi ini instansi pemerintah, jangan sampai membuang sampah di sungai. Nanti akan saya cek ke lokasi. Sampah itu harut dipungut dan dipilah,” tutur Nurhadi.

Nurhadi berharap lembaga pemerintahan untuk bersama-sama menumbuhkan keteladanan tentang pengelolaan sampah. “Bisa jadi, unsur pimpinan sudah menerapkan pembinaan, tapi di tingkat operasionl masih belum tahu,” imbuhnya.

Sementara itu Kasubag Umum PAUD-NI, Sri Lilis Purwati membenarkan adanya pembuangan sampah di lokasi tersebut oleh stafnya. Namun pihaknya sudah memerintahkan agar sampah tersebut dipungut kembali dari saluran air milik warga. “Saya minta maaf atas kejadian itu. Sekarang sampah-sampah itu sudah kami bersihkan kembali,” kata Sri. (tyo/ida)