NOMOR URUT : Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi-Nurbalistik, mendapatkan nomor urut satu, sedangkan pasangan Asip Kholbihi–Arini Harimurti nomor urut dua setelah dilakukan pengundian peserta Pilkada 2015 di KPU, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NOMOR URUT : Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi-Nurbalistik, mendapatkan nomor urut satu, sedangkan pasangan Asip Kholbihi–Arini Harimurti nomor urut dua setelah dilakukan pengundian peserta Pilkada 2015 di KPU, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Setelah KPU Kabupaten Pekalongan menetapkan dua pasang calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 9 Desember 2015, Rabu (26/8) kemarin, giliran mengadakan tahapan pengundian nomor urut calon, di halaman Kantor KPU Jalan Madurejp, Kajen. Hasilnya, pasangan Riswadi-Nurbalistik mendapatkan nomor urut satu, dan pasangan Asip Khobihi-Arini Harimurti dengan nomor urut dua.

Meski begitu, menjelang pelaksanaan acara pengundian nomor urut calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan sempat memanas. Lantaran salah satu pasangan calon Asip-Arini sempat terlambat datang 15 menit, akibat terjebak macet. Lebih dari 10 ribu massa mengiringi Asip-Arini ke KPU, sehingga iring-iringan mobil yang membawa kedua pasangan tersebut dari Kantor DPC PKB di Kedungwuni ke Kajen tersendat.

Pasangan Riswadi-Nurbalistik diberi kesempatan pertama oleh KPU sesuai nomor urut ketika mendaftar, untuk mengambil nomor urut calon. Akhirnya, calon yang diusung oleh PDIP dengan partai Golkar kubu ARB, PPP kubu Djan Faridz, PPP kubu Romahurmuzy, Demokrat dan Hanura tersebut, mendapatkan nomor urut satu. Demikian pula ketika mengambil gambar nomor urut pasangan, tetap nomor urut satu.

Sedangkan pasangan Asip-Arini yang diusung PKB, dengan pendukung Partai Golkar kubu Agung Laksono, Gerindra dan Nasdem, akhirnya mendapatkan nomor urut dua.

Ketua Tim Sukses Pasangan Riswadi-Nurbalistik, Sumar Rasul, mengungkapkan bahwa makna nomor urut satu adalah kemenangan yang pertama. Dengan memegang nomor urut satu, juga sebagai pemersatu, terhadap semua elemen masyarakat yang mendukung Riswadi-Nurbalistik. “Ini awal kebaikan. Bahwa pasangan Riswadi-Nurbalistik selalu menjadi yang nomor satu, dan akan menjadi nomor satu dalam perolehan suara pada Pilkada mendatang,” ungkap Rosul.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kabupaten Pekalongan, Bisri Romli mengatakan bahwa perolehan nomor urut dua pada pasangan Asip-Arini, adalah keberkahan tersendiri. Karena bentuk dari angka dua itu adalah duduk, maka pasangan Asip-Arini dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan akan duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.

“Angka dua ini merupakan petunjuk untuk duduk. Artinya pasangan Asip-Arini ini akan duduk menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada periode 2016 hingga 2021 mendatang,” kata Bisri optimistis.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir menegaskan bahwa tahapan pemilihan nomor urut calon bupati dan wakil bupati telah dilalui dengan baik dan telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh peraturan undang-undang dan KPU. “Setelah dilakukan pengundian nomor, akhirnya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Riswadi-Nurbalistik dengan nomor urut satu. Dan pasangan Asip Kholbihi-Arini Harimurti dengan nomor urut dua,” tegas Mudasir. (thd/ida)