Tiga Cawali Klaim Jadi Pemenang

Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon

192
NOMOR KEBERUNTUNGAN: Dari kiri ke kanan: pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi, pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati, serta  pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso saat menunjukkan nomor urut pasangan calon. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
NOMOR KEBERUNTUNGAN: Dari kiri ke kanan: pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi, pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati, serta pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso saat menunjukkan nomor urut pasangan calon. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Selasa (25/8) kemarin mengikuti pengundian nomor urut yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang di ruang Serbaguna Balai Kota Semarang. Selama acara berlangsung, ratusan massa pendukung ketiga pasangan calon memenuhi kantor Balai Kota Semarang dengan berbagai atribut masing-masing.

Penentuan nomor urut pasangan calon sendiri dilakukan dengan dua kali pengambilan nomor. Pengambilan nomor undian pertama dilakukan oleh calon wakil wali kota ketiga pasangan calon. Pengambilan undian ini disesuaikan urutan saat pendaftaran di KPU beberapa waktu lalu.

Pengambilan undian tahap pertama ini untuk menentukan urutan pengambilan undian nomor urut pasangan. Hasilnya, calon Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryati mendapat bola pimpong berisi nomor 1. Zuber Safawi di nomor 2, dan Agus Sutyoso di nomor pengambilan urutan ke-3. Dari hasil tersebut selanjutnya masing-masing cawawali memberikan kepada calon wali kota untuk mengambil nomor urut pasangan calon.

Secara bersama-sama ketiga pasangan calon naik ke podium untuk menggunting isi nomor urut yang ada di dalam bola pimpong tersebut. Hasilnya, pasangan calon Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati menempati urutan nomor urut 2, Soemarmo HS – Zuber Safawi memperoleh nomor urut 1, dan pasangan yang mengambil terakhir, yakni Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) mendapat nomor 3.

Setelah mendapatkan nomor urut pasangan, ketiga calon wali kota (cawali) mengklaim nomor yang didapat sebagai simbol kemenangan. Calon Wali Kota Soemarmo HS misalnya. Baginya, nomor 1 merupakan number one yang diartikan nantinya juga akan memperoleh nomor satu atau kemenangan di dalam Pilwalkot 9 Desember 2015 mendatang. Pihaknya juga akan langsung menuju Lapangan Simpang Lima bersama pendukung dan tim pemenangan Mazu (Marmo-Zuber) untuk melakukan sujud syukur.

”Nomor 1 itu kan number one, berarti nanti perolehannya pun nomor 1. Ini sudah diurutkan oleh Allah seperti itu. Sudah diatur semuanya. Kita akan ke Simpang Lima untuk bersujud syukur kepada Allah, kepada Tuhan yang sudah memberikan kita menjadi peserta nomor satu,” kata Soemarmo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (25/8).

Calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang mendapat nomor urut 2 mengatakan, nomor 2 diartikan salam dua jari atau lambang victory, yakni kemenangan. Nomor ini juga sama dengan nomor urut pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2014 silam. ”Semoga kita mewarisi kemenangan tersebut,” harap Hendi—sapaan Hendrar Prihadi.

Nomor Hoki
Mendapat nomor urut 3 dianggap hoki bagi calon Wali Kota Sigit Ibnugroho. Baginya, angka tiga bisa jadi simbol metal jika disimbolkan lewat jari. ”Metal itu kan singkatan menang total. Lagi pula, urutan angka paslon ini kebetulan sesuai usia. Nomor 1 paling tua, dan saya nomor 3 paling muda,” ucapnya.

Ketika mendapat nomor 3, secara spontan Sigit langsung mengacungkan jari membentuk simbol metal. Meski simbol itu identik dengan lambang partai yang mengusung pasangan calon lain, pengusaha salah satu produk elektronik ini tetap pede. ”Justru dengan simbol ini, kami justru merangkul massa mereka,” tegasnya.

Dia menuturkan, jari metal tersebut ditunjukkan spontanitas. Pasangan Sigit-Agus Sutyoso (Sibagus) memang tidak menyiapkan simbol jari sebagai alternatif ketika mendapatkan nomor urut pasangan calon.

”Tidak ada persiapan apa pun. Kalau dapat nomor satu harus begini, nomor dua harus begini, dan seterusnya. Itu tadi spontanitas. Kebetulan pendukung kami setuju dan bisa kompak arak-arakan pakai jari metal,” jelas Sigit.

Di luar itu, Sibagus yang dikawal puluhan wanita cantik yang mengatasnamakan Supergirl ketika mengambil nomor urut itu mengaku, pihaknya memang berharap mendapat nomor urut tiga. Calon Wali Kota, Sigit mengakui nomor urut tiga merupakan nomor kekompakan yang menurutnya sama dengan saat pengambilan nomor pengundian yang dilakukan wakilnya, Agus Sutyoso.

”Pak Agus juga dapat nomor 3, dan saya juga dapat nomor 3. Itu berarti menunjukkan konsisten dan kompak dalam komitmen kami untuk Kota Semarang tidak akan luntur. Tetap konsisten dan kompak,” tegasnya.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan, pengundian penetapan nomor urut pasangan peserta pilwalkot dilakukan secara terbuka, transparan, dan disaksikan banyak orang. Sistem pengundian juga berjalan dengan lancar dan tidak ada satu pun pasangan calon yang keberatan.

”Alhamdulillah pengundian berjalan lancar. Tidak ada satu pun yang keberatan, langsung ditandatangani, dan juga disepakati dana kampanye yang akan menjadi panduan atau patokan pengeluaran pasangan calon,” jelasanya.

Setelah melakukan pengundian, lanjutnya, KPU akan melakukan tahapan-tahapan pilwalkot berikutnya, termasuk melakukan pembahasan kampanye di media massa, deklarasi Pilwalkot Damai pada 27 Agustus, kirab pasangan calon sesuai nomor urut pasangan yang sudah ditentukan rutenya, serta debat calon yang dijadwalkan pada 24 dan 27 November serta 4 Desember, serta rapat umum yang akan dilangsungkan pada 31 November serta 1 dan 2 Desember.

”Nanti juga ada pembahasan jadwal kampanye, diatur per zona, pengerahan massa yang tidak ditentukan jumlahnya seperti kegiatan seni dan budaya, olahraga, serta mengundang artis. Kalau tidak kita tentukan zona, kalau ketemu di jalan nanti tidak elok sebab situasi menghangat,” katanya.

Pihaknya menambahkan, terkait jadwal kampanye masing-masing pasangan calon, akan dilakukan kampanye di zona yang sudah disepakati bersama antara KPU dan parpol pengusung. Nantinya, jelas dia, Kota Semarang akan dibagi menjadi 3 zona berdasar daerah pemilihan (dapil) pada Pileg 2014 lalu. ”Nomor urut 1 akan berkampanye di dapil 1 dan 2, nomor 2 dua di dapil 3 dan 4, serta nomor urut tiga di dapil 5 dan 6 sama seperti pada pilpres. Begitu seterusnya lalu bergantian dapil sesuai harinya. Dengan adanya zonanisasi, diharapkan tidak terjadi gesekan antar pendukung, karena wilayah kampanye sudah dibuat terpisah,” jelasnya. (amh/mha/aro/ce1)